ANEKA

Kasus Perceraian di Gowa Meningkat

GOWA, UPEKS.co.id— Angka kasus perceraian di Kabupaten Gowa, mengalami peningkatan. Selanjutnya angka
pernikahan di bawah umur atau dispensi pernikahan mengalami penurunan.

Tahun 2018 angka perceraian di Gowa 1.119, sementara untuk tahun 2019 hingga November sudah mencapai
1208. Sementara untuk dispensi pernikahan mengalami penurunan dari 150 kasus di tahun 2018, untuk  sementara hingga November 2019 hanya 85 kasus.

Loading...

“Kenaikan angka perceraian tahun 2019 ini berbanding 15 hingga 30 persen,” kata Panitera Muda Hukum  Pengadilan Agama Kabupaten Gowa, Agus Salim Razak. Selasa (17/12/2019).

Agus menjelaskan, untuk kasus perceraian terbagi menjadi dua yakni cerai gugat dan cerai talak. Rata-rata  perceraian diakibatkan masalah ekonomi, pertengkaran dan poligami.

“Lebih dominan muda dibawah 30 tahun. Perceraian diakibatkan masalah ekonomi, poligami, KDRT, mabuk- mabukan, perselisihan dan pertengkaran terus menerus, lebih banyak meninggalkan salah satu pasangan. Baik itu  laki laki atau perempuan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan pada bulan Desember ini akan mengalami kenaikan. Menurutnya,  untuk bulan ini dirinya belum bisa melaporkan.

“Sampai Desember ini 2019, kasus perceraian sudah 25 kasus. Kami belum laporkan, nanti di bulan Januari.  Diperkirakan sekitar 50 sampai 70 kasus perceraian di bulan Desember ini,” tandasnya. (sofyan)

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top