ANEKA

Cegah Aliran Sesat,Kesbangpol dan Kejari Selayar Sosialisasi

SELAYAR.UPEKS.co.id- Untuk mencegah adanya aliran kepercayaan, di Kepulauan Selayar, maka Badan
Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Selayar, menggelar Sosialisasi  pengawasan aliran kepercayaan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Kohala, Kecamatan Bontomanai,  Sabtu (14/12/2019).

Sosialisasi dalam bentuk pertemuan antara pejabat Kepala Desa, masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan  wanita.

Juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol, Ince Rahim, S Pd, SH, MH, bersama Kasi Intel Kejari, Tryo Jatmiko, SH,  MH, mewakili Kajari, Ketua MUI, Kapolsek Bontomanai, AKP. Ramli serta Danramil Bontomatekne juga bersama  anggota dan unsur dari Kementerian Agama Kepulauan Selayar.

Kapala Badan Kesbangpol Kepulauan Selayar, Ince Rahim, S Pd, SH, MH, dalam pengarahannya mengajak  kepada seluruh masyarakat, dapat menjaga persatuan dan kesatuan, bersama sama.

Loading...

“Hal ini untuk mencegah bertumbuh kembangnya aliran kerpercayaan yang bertentangan dengan Panca Sila dan  UUD 1945 dan atau dilarang oleh negara seperti ajaran Ahmadiah dan Taj khalwatiah”, kata Kaban Kesbangpol,  Ince Rahim, S Pd, SH, MH.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari, Triyo Jatmiko, SH, MH, mewakili Kajari bahwa dengan sosialisasi ini diharapkan  masyarakat sadar tentang dampak yang dapat ditimbulkan oleh aliran sesat karena dapat melahirkan konflik  sosial.

Juga menghibau kepada masyarakat untuk bersama sama mengawasi tumbuh dan berkembangnya aliran sesat.

Kasi Intel Kejari Selayar, Triyo Jatmiko, SH, MH, dalam kesempatan yang sama menghimbau agar jika ada  kelompok atau individu yang menyebarkan aliran sesat agar melaporkannya kepada unsur unsur yang tergabung  didalam PAKEM.

Kita siap membina agar mereka yang terpapar aliran sesat kembali kepada ajaran agama yang benar dan jika  tidak diindahkan akan dilakukan penegakan hukum, jelas Kasi Intel Kejari, Triyo Jatmiko, SH, MH.

Ketua MUI yang juga mendapat kesempatan, menegaskan bahwa ajaran Ahmadiah dan Taj Khalwatiah dilarang  karena bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits.

Intinya bahwa ajaran tersebut dilarang karena tidak mengakui Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, mengakhiri  sambutannya. (Sya)

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top