NASIONAL

Warnas, Startup Buatan Alumni STMIK Dipanegara Tawarkan Jelajah Kuliner Jakarta

Hari Ini, Soft Opening di Milenial Fest

JAKARTA,UPEKS.co.id— Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bergerak di bidang kuliner sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan sajian kuliner nusantara dan harga terjangkau membuat PKL tidak ada matinya di Indonesia.

Banyak diantara mereka memiliki sajian unik dan khas atau menjadi kuliner legenda, akan tetapi keberadaanya kurang dikenal oleh masyarakat.

Warnas, sebuah startup lokal hadir dengan gagasan memperkenalkan cita rasa kuliner kaki lima Indonesia.

Dengan slogan #BantuMereka Terkenal, warnas bercita-cita terlibat dalam pengembangan dan kemajuan warung kaki lima, khusus kuliner Indonesia.

Founder dan CEO Warnas, Munawir Bangsawan, Sabtu (13/12/2019) mengatakan, Warnas akan mengakomodasi para kuliner kaki lima agar lebih dekat dan dikenal oleh masyarakat.

Menurut Nawir, tahap pertama, yakni pihaknya akan memulai operasional di wilayah Jakarta yang nantinya akan disusul di beberapa kota-kota besar di Indonesia.

Lanjut Nawir, peluncuran Warnas bertujuan untuk pengembangan dan kemajuan warung kuliner kaki lima.

“Warnas harus menjadi pendorong kemajuan ekonomi kerakyatan dengan model pemberdayaaan kuliner kaki lima,” kata Alumni STMIK Dipanegara Makassar ini.

Jadi setiap dari kita akan terhubung dengan berebagai warung kuliner kaki lima melalui platform digital, serta kita juga bisa berbagi pengalaman kepada sesama pengguna tentang warung favorit kita hingga makin banyak orang yang tahu PKL tersebut.

“Saat ini banyak diantara kita memiliki kuliner kaki lima favorit,namun tidak banyak yang tahu. Salah satu fitur yang kami tawarkan adalah setiap dari kita bisa memberikan rekomendasi bagi sesama pengguna akan keberadaan warung kaki lima agar semua orang tahu kenikmatan dan cita rasa khas yang ditawarkan,” kata pria kelahiran Kabupaten Gowa ini.

SATUKAN PKL KULINER LEWAT APLIKASI

Kehadiran warung PKL yang tersebar Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar. Hanya saja usaha bidang informal ini dampaknya belum maksimal karena masih terdapat beberapa kendala.

Misalnya terkait operasional, higenitas, fasilitas yang minim, tempat yang tidak menepat dan yang terpenting minimnya Informasi yang diketahui masyarakat secara luas terkait keberadaan mereka.

Hari ini, ketika orang bicara ekonomi, selalu yang jadi pembahasan adalah bisnis retail atau yang besar-besar saja.

Bayangkan jika jutaan PKL kuliner disatukan dalam satu platform, betapa besar dampak yang akan dihasilkan. Hal ini tentu akan memberi pengaruh pada sosial ekonomi PKL ini. Secaara sosial mereka kian dikenal, makin banyak pengunjung baru. Secara ekonomi, mereka PKL harus menjai pejuang ekonomi kerakyatan. (ris)

Loading...

#TRENDING

To Top