SULAWESI SELATAN

Baharuddin Minta Setiap Masjid Harus Bentuk UPZ

ENREKANG, UPEKS.co.id — Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin meminta agar seluruh Masjid di Kabupaten Enrekang segera mendirikan dan membentuk Pengurua Unit Pengumpul Zakat ( UPZ ) terkait adanya larangan pengumpulan Zakat yang dilakukan oleh Lembaga yang tak mengantogi Izin.Hal ini dikatakan Bahar saat melakukan sosialisasi pembentukan UPZ Masjid, di Mssjid Al – Falah, Cakke, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

 

Sosialisaai yang dibuka oleh Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin dan Ilham Kadir di ikuti 100 peserta, 3 Perwakilan Takmir Masjid se Kecamatan Anggeraja.

 

Acara tersebut kerjadama antara UPZ dqn Baznas Enrekang.

 

Baharuddin menyampaikan, keberadaan UU No 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dimaksudkan agar zakat dapat terkelola secara baik dan bermanfaat guna untuk kepentingan yang semestinya.

 

Sehingga, diharapkan zakat yang terkumpul dapat bermanfaat untuk kepentingan umat.

 

Disebutkan, dalam Pasal 38 bahwa setiap orang dilarang dengan sengaja bertindak selaku amil zakat melakukan pengumpulan, pendistribusian, atau pendayagunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang.

 

“Yang melanggar ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana selama 5 tahun,” kata Bahar.

 

Adanya kewajiban tersebut bukan berarti Pemerintah mempersulit pengelolaan zakat oleh masyarakat. Namun sebaliknya justru sebagai wujud perhatian Pemerintah agar zakat bisa dikelola sebaik mungkin sehingga pemanfataanya sesuai dengan tujuan dan fungsi zakat.

 

Sementara itu Ilham Kadir  meminta agar seluruhTakmir Masjid dapat menjalankan amanat UU tersebut. Dengan pengelolaan zakat yang baik, dia berkeyakinan akan memberi manfaat yang lebih maksimal bagi umat dan syiar Islam.

 

“Sampai saat ini seluruh pegawai di lingkungan Pemda Enrekang telah rutin membayar zakat yang diambilkan dari 2,5% pendapatan mereka,” terangnya.

 

Dari dana yang terkumpul itu didistribusikan kepada kaum Duafa yang memerlukan  jumlah Masjid di Kecamatan Anggeraja  49 masjid sebanyak 600 unit dan  Jumlah tersebut tersebar di 129. desa dan kelurahan.

 

“Kami harapkan tahun ini minimal 600 masjid dapat mendirikan UPZ,” tuturnya.

 

Dia juga menyarankan agar seluruh pengurus bermusyawarah dengan pengurus masjid sebelum di ajukan ke BAZNAS Enrekang. Pengajuan pendirian UPZ  Meski penghimpunan zakat di Masjid-Masjid harus dilakukan UPZ, namun tidak berarti BAZNAS Enrekang mengambil dana zakat yang terkumpul,  Pengelolaan dan peruntukannya sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing UPZ.

 

“Baznas hanya meminta pelaporan rutin terkait perolehan dan pemanfataan zakat untuk apa saja. Hal ini untuk mendukung pelaporan secara administratif kepada negara dan umat,” katanya.( Sry)

Loading...

#TRENDING

To Top