ANEKA

Diduga Lakukan Pungli Hibah SR-MBR, Dirut PDAM Takalar Diperiksa Tipikor Polres

Jamaluddin Nombong

Takalar,Upeks.co.id– Kepolisian Resort (Polres) Takalar melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PDAM Takalar, Jamaluddin Nombong.

Selain Jamaluddin Nombong, Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan PDAM Takalar, Amiruddin juga ikut diperiksa. Pemeriksaan kedua pejabat PDAM Takalar tersebut terkait dugaan pungutan liar (Pungli) proyek hibah bantuan sambungan air minum terhadap 631 Sambungan Rumah (SR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kepala Unit (Kanit) Tipikor Polres Takalar, Ipda Noviarif Kurniawan membenarkan jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua pejabat PDAM Takalar, yakni Jamaluddin Nombong dan Amiruddin.

“Kami memanggil dua orang pihak PDAM, yakni Dirut PDAM Takalar dan Kabag Pelayanan untuk kami interogasi terkait dengan adanya dugaan pungli di pihak mereka,” ungkapnya via pesan Whatsapp, Rabu (11/12/2019).

Noviarif menjelaskan, pemanggilan Dirut dan Kabag Pelayanan PDAM Takalar tersebut untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti terkait dugaan pungli proyek hibah bantuan sambungan air minum terhadap 631 SR bagi MBR.

Loading...

“Jadi dengan adanya pemanggilan terhadap pihak PDAM Takalar, dikarenakan kami ingin cari tahu apakah memang terdapat bukti yang cukup terkait adanya dugaan Pungli dan terkait adanya pemberitaan di media yang menyebutkan bahwa adanya Pungli di PDAM soal proyek hibah itu,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan selama 8 jam itu, lanjut Noviarif, pihaknya akan mengkaji keterangan tersebut untuk kemudian dilakukan gelar perkara dengan para penyidik terkait kasus itu.

“Jadi kami akan mengkaji keterangan yang telah di berikan dan beberapa bukti-bukti yang telah kami peroleh, hasil pemeriksaan saya tidak akan mengatakannya sekarang, intinya apa ia sampaikan akan kami kaji dengan gelar perkara,” tandasnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa terkait hasil pemeriksaan, pihaknya akan tetap mengembangkan dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait tujuannya penyelidikan lebih lanjut jika telah ditemukan adanya dugaan tersebut.

“Kami akan tetap melakukan pengembangan dan mengumpulkan lagi bukti-bukti terkait dugaan yang disangkakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirut PDAM Kabupaten Takalar, Jamaluddin Nombong yang dikonfirmasi menampik tudingan bahwa pihaknya telah melakukan pungutan sebesar Rp100 ribu kepada 631 penerima manfaat hibah SR MBR tersebut.

Namun ia beralasan bahwa pungutan Rp100 ribu tersebut sebagai jaminan pembayaran rekening air. “Uang Rp100 ribu itu sebagai jaminan pembayaran rekening dua bulan dan itu ditandatangani pelanggan. Saya juga sudah diminta klarifikasi, ” kilahnya.(jay)

Loading...
Loading...

#TRENDING

To Top