ANEKA

Survey LSI, Pasangan Chaidir-Suhartina Terkuat i Pilkada Maros

MAROS.UPEKS.co.id—Pasangan Chaidir Syam- Suhartina Bohari saat ini disebut-sebut pasangan terkuat dalam  Pilkada Maros 2020. Hal ini terungkap dalam survey elektabilitas kandidat oleh CPI-LSI (Citra Publik Indonesia- Lingkar Survey Indonesia).

Hasil survey yang dilakukan CPI-LSI pada akhir Oktober lalu menempatkan pasangan Chaidir Syam-Suhartina  Bohari memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dibanding pasangan kandidat lainnya.

Direktur CPI- LSI Hanggoro DP mengatakan, survey dilakukan melalui wawancara tatap muka responden  menggunakan kuisioner. Responden dipilih secara acak dengab metode yng digunakan adalah multistage random  sampling dengan margin error -/+ 4,8 persen.

“Pilkada 23 September mendatang tidak lagi diikuti incumbent Bupati M. Hatta Rahman karena sudah  menjabat dua periode. Namun diikuti Wakil Bupati saat ini, A. Harmil Mattotorang dan sejumlah tokoh  lainnya.

Dalam mengukur elektabilitas pasangan, kami menguji dengan berbagai simulasi kombinasi 3 dan 4 pasangan  kandidat. Adapun hasilnya merupakan cerminan tingkat elektabilitas saat survei ini dilakukan,” paparnya.

Untuk uji 3 pasangan, hasilnya pasangan Chaidir Syam-Suhartina Bohari diperingkat pertama sebesar 39.5%, mengungguli pasangan A. Harmil Mattototang-Havid S. Fasha sebesar 21.1%, dan Andi Ilham Nadjamuddin-  Sahiruddin Malik 13.9%. Sisanya 25.5% tidak tahu/tidak jawab.

Jika simulasi empat pasangan kandidat, pasangan Chaidir Syam-Suhartina Bohari masih juga memimpin kandidat  lainnya, unggul dengan angka 38.9%, disusul pasangan A. Harmil Mattotorang-Havid S. Fasha 20.9%.

Sementara pasangan Andi Ilham Nadjamuddin-Salman Sanusi dan pasangan Sahiruddin Malik-Nurhasan  diperingkat ketiga dan ke empat dengan angka masing-masing 11.6% dan 2.7%. Sisanya 25.9% tidak tahu/tidak  jawab.

Simulasi berikutnya, masih empat pasang, Chaidir Syam-Suhartina Bohari teratas 38.7% diikuti pasangan A.  Harmil Mattotorang-Havid S. Fasha 20.5% dan Andi ilham Nadjamuddin-Salman Sanusi 12.8%. Terakhir
pasangan A. Patarai Amir-Sahiruddin Malik di angka 5.0%. Sisanya 23.0% tidak tahu/tidak jawab.

“Simulasi elektabilitas pasangan kandidat ini dinilai masih dinamis, dikarenakan dua faktor Pertama, jumlah pemilih  yang masih merahasiakan pilihannya/pemilih yang ragu-ragu dan menunggu kepastian calon kandidat, atau yang  kita sebut swing voter masih tinggi, sehingga peluang kandidat memperebutkan suara ini masih tinggi,” ujarnya.

Kedua, selama 10 bulan mendatang sampai hari-H pilkada, situasi politik masih dinamis, artinya berbagai  perubahan situasi masih dimungkinkan terjadi yang berefek pada naik-turunnya elektabilitas kandidat, bebernya.

Hanggoro menambahkan, adapun alasan memilih kandidat, masih didominasi faktor kepribadian menjadi alasan  utama dibandingkan faktor lain. Alasan memilih kandidat selanjutnya adalah isu yang diangkat kandidat dan  kesamaan latar belakang dengan pemilih.

Menanggapi elektabilitas pasangan Chaidir-Suhartina, Hanggoro menyebut keunggulan Chaidir-Suhartina dalam  survey kali ini bisa menjadi referensi, pasangan ini cukup kuat.

Menurutnya, elektabilitas Chaidir-Suhartina  menjulang tinggi karena memadukan kndidat yang sama-sama populer dikalangan masyarakat.

“Namun demikian, tantangan para kandidat masih terbuka karena pilkada masih 10 bulan lagi, dan tingkat  keterpilihan didominasi alasan personality kandidat, belum berdasarkan program kerja yang ditawarkan,” ujarnya.

Menanggapi hasil survey tersebut, Chaidir Syam mengaku bersyukur dengan hasil yang didapat. “Dengan melihat  hasil survey ini saya sangat bersyukur bisa berpaket dengan ibu hj.suhartina, insha Allah pasangan yang paling  tepat mendampingi saya, Hj Tina.

Selama ini peran hati di masyarakat Maros sangat bagus dan beliau perempuan sehingga issu-issu mengenai  persoalan dan masalah pembangunan yang berkaitan dengan issue gender bisa kami saling melengkapi nantinya,  pungkas Chaidir. (alfi).

Loading...

#TRENDING

To Top