Sekda Bantaeng Uji Fungsi SPAMS Desa Pattallassang

  • Whatsapp

Sekda Bantaeng Uji Fungsi SPAMS Desa Pattallassang

BANTAENG,UPEKS.co.id—Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di  Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng memasuki tahap penyerahan.

Bacaan Lainnya

Setelah melalui serangkaian tahapan mulai perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan di bawah koordinasi  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng.

Ditandai Serah Terima dari Kepala Satker PIP (Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman)  PAMSIMAS Kabupaten Bantaeng, Amiruddin Nur kepada Abdul Kadir selaku Koordinator KKM (Kelompok  Keswadayaan Masyarakat) “Salu’ Lompoa”.

Penyerahan juga diterima Kepala Desa Pattallassang, Abdul Hafid dan diteruskan kepada Ketua SPAMS sekaligus  Ketua Satlak (Satuan Pelaksana) KKM Salu’ Lompoa, Mohammad Afri yang berlangsung di Aula Kantor Desa  Pattallassang,Kamis,17 Oktober 2019.

Hadir mewakili Bupati Bantaeng siang itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Abdul Wahab. Tampak pula  diantaranya Panitia Kemitraan Kabupaten, Andi Rakhmat Kr Dode, Koordinator Kabupaten (Korkab) PAMSIMAS,  Rusli Partan dan PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan) PAMSIMAS, Syahraeni.

Abdul Wahab yang juga sebagai Ketua Pokja AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan)  mengatakan bahwa PAMSIMAS ini dalam pelaksanaannya membutuhkan swadaya masyarakat. Dia berharap  seluruh elemen masyarakat terlibat langsung baik sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pengelolaan dan  pemeliharaan.

“Kita semua harus hadir memelihara sarana dan prasarana ini. PAMSIMAS ini bukan milik Pemerintah tetapi milik  masyarakat, milik kita semua”, ujarnya.

Lanjut dikatakan, Pemerintah memfasilitasi PAMSIMAS agar masyarakat tidak kekurangan air ketika terjadi  kemarau.

Untuk itu dirinya menghimbau Pemerintah Desa adaptif melihat dan mengatasi segala permasalahan di  wilayahnya termasuk kebutuhan air.

“PAMSIMAS diadakan bukan berarti anggaran Pemerintah tidak cukup. Namun yang kita harapkan ada  keterlibatan penuh masyarakat agar kita merasakan bahwa ini milik kita dan kita menjaganya bersama”, imbuhnya.

Sebelumnya, Amiruddin menjelaskan bahwa Serah Terima dan Uji Fungsi kali ini merupakan yang pertama dari  program PAMSIMAS di seluruh Indonesia. Didasari belum munculnya Kabupaten/Kota manapun yang  mendaftarkan hasil uji fungsi di Pelaporan SIM PAMSIMAS.

“Uji fungsi ini yang pertama di tingkat nasional. Di pelaporan SIM PAMSIMAS itu belum ada Kabupaten yang  melaporkan dan ini akan didaftarkan di website PAMSIMAS”, tegasnya.

Ada 8 desa di Kabupaten Bantaeng kata dia, 6 diantaranya melalui dana APBN (Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara) yakni Desa Pattallassang, Layoa, Pa’bentengang, Kampala, Bonto Tiro dan Bonto Majannang.  Sedangkan Desa Bonto Lojong dan Bonto Lonrong memanfaatkan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah).

Hingga saat ini sudah hampir hampir 100 persen dari 8 desa itu untuk pelaksanaan pembangunannya. Dia  berdalih PAMSIMAS ini menjadi urusan wajib Pemerintah.

Keberlanjutannya, Amiruddin menekankan agar masyarakat tidak melakukan penebangan pohon, minimal di  sekitar sumber air. Betapa tidak, rembesan air sangat dibutuhkan agar ketersediaan air tetap mencukupi.

Usai serah terima, Sekda Bantaeng bersama rombongan melakukan uji fungsi di tiga titik berbeda yakni rumah  warga. Selain itu mendatangi SD Inpres Pattallassang dan mengecek langsung wastafel yang didukung  ketersediaan air yang menjadi bagian dari program PAMSIMAS.(IPA).

Pos terkait