Prof. Anshari Bicara Literasi di Enrekang

  • Whatsapp

Prof. Anshari Bicara Literasi di Enrekang

Makassar, Upeks co.id–Saat ini kita harus banyak mampu.

Bacaan Lainnya

 

Di abad 21 ini, literasi tidak lagi semata kemampuan membaca. Menulis. Dan berhitung; tetapi perlu juga kemampuan memahami dan memanfaatkan hasil bacaan dan menulis untuk kecakapan hidup.

 

Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Anshari, M. Hum. Dalam seminar pendidikan, Pengurus Daerah Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia (APSI) Kabupaten Enrekang. Kamis (17/10). Di Aula Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Enrekang.

 

Menurut Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Publikasi PPs UNM ini, literasi sangat penting bagi semua orang karena bekal kecakapan hidup sebagai indikator kualitas hidup.

 

Pembelajar sepanjang hidup sebagai ciri literasi. Literasi dapat memajukan bangsa dan negara untuk peradaban bangsa.

 

Membangun generasi emas 2045 perlu dibekali keterampilan abad 21, yaitu kualitas karakter, literasi dasar, dan kompetensi.

 

Guru Besar FBS itu menjelaskan, kualitas karakter adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan meliputi religius, nasionalis, mandiri, berintegrasi, dan gotong royong.

 

Keterampilan literasi untuk kecakapan hidup, mencakup literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya dan kewarganegaraan.

 

Kompetensi dalam kemampuan memecahkan masalah kompleks berkaitan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

 

Keterampilan abad 21 sebagai rekomendasi World Economic Forum (2015) menjadi pedoman bagi tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar yang bermutu dan berkualitas.

 

Literasi sebagai penguatan untuk membangun generasi emas 2045, bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga dan masyarakat. Jadi, tiga ranah ini harus bersinergitas.

 

Bagian yang perlu diperhatikan sekarang ini adalah literasi digital. Peserta didik harus diberi pencerdasan literasi digital sehingga tidak kebablasan dalam lingkaran berita bohong yang menjadi musuh bangsa dan negara.

 

Prof. Anshari dalam menjawab pertanyaan peserta, memberi motivasi agar seluruh guru, kepala sekolah, dan pengawas harus melek literasi sehingga gerakan literasi dapat membumi di sekolah.

 

Seminar ini dihadiri sekira 100 peserta dari pengawas, kepala sekolah, dan guru se-kabupaten Enrekang. Pembicara kedua, Jumurdin,S.Pd.,M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang.

 

Dalam laporannya, Dr. Usman Sisi,M.Si. selaku Ketua PD APSI Kabupaten Enrekang menyampaikan, seminar ini dilaksanakan dalam rangka HUT ke-17 APSI. Sebagai organisasi independen diakui pemerintah, APSI adalah wadah pengawas sekolah dalam berinteraksi untuk penguatan kinerja.(rls)

Pos terkait