
PERTEMUAN. DP3A Enrekang Bersama Beberapa Aktivis Perempuan di Enrekang bertemu Untuk membahas kasus kekerasan anak. Cafe Gracio (16/10/2019). Foto: Sry/Upeks.
ENREKANG, UPEKS.co.id— Maraknya kekerasan anak yang terjadi di Kabupaten Enrekang, mendorong sejumlah aktivis Perempuan di Enrekang melakukan pertemuan.
Gerakan yang dimotori Ketua KPU Kab. Enrekang yang juga mantan Ketua Fatayat Kab. Enrekang Haslipa dihadiri Kadis Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ( DP3A) Kabupaten Enrekang, Sawaliah Baharuddin, Ketua Badan Khusus Perempuan PGRI Hj. Handayani, Kabid Perlindungan Pemberdayaan Perempuan DP3A Kab. Enrekang Hj. Tasmiaty, Kabid Pemenuhan Hak Anak DPAA Hj. syamsiah, KP2AM Andi Ernawati dan aan Sry Yanthi Ningsih dari P2TP2A Kab. Enrekang yang juga Jurnalis Harian Upeks.
Pertemuan tersebut berlangsung di Cafe Gracio dijalan Pattimura, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kab. Enrekang Rabu ( 16/10/2019).
Dalam pertemuan tersebut para aktivis perempuan ini membahas tentang banyaknya kasus yang melibatkan anak baik sebagaj korban maupun sebagai pelakunya.
Kadis DP3A Enrekang Sawaliah mengatakan akan langsung menyentug kedesa – desa untuk melakukan upaya pencegahan. Dia mengatakan pihaknya akan melayangkan surat kepada awluruh Kepala Desa dan sertai surat edaran Bupati.
” Kita dari pihak DP3A melakukan penanganan, pencegahan sosialisasi kemasyarakat sekaitan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Enrekang. Kedepan kita akan bergerak membentuk Satgas Perlindungan anak di tingkat desa” kata Kadis DP3A.
Sebagai Perempuan Haslipa dan kawan – kawan merasa terpanggil dengan maraknya kekerasan anak. Dia ingin secepatnya melakukan gerakan agar kasus tersebut bisa dicegah.
” Saya siap menggerakkan perempuan di Alla. Sebagai Perempuan saya sangat miris mendengar kasus ini dan saya akan segera melakukan gerakan dari tingkat bawah”. Kata Haslipa.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Pemerhatiq Perempuan dan Anak Massenrempulu, Kab. Enrekang Sry Yanthi Ningsih. Menurutnya kondisi ini harus segera disikapi, karena semakin banyak dan melebar.
” bukan penanganan kasus yang harus selalu dilakukan tapi upaya pencegahan yang harus diutamakan. Kaum perempuan di Enrekang harus bersatu untuk memikirkan kasus anak yang terjadi di Enrekang ” kata Sry.
Dalam waktu dekat para aktivis perempuan ini akan melakukan Koordinasi dengan berbagai sektor.
” Saya akan segera bergerak di Alla, tempat banyak kasus anak terjadi. In Shaa Allah secapatnya supaya kita bisa melakukan pencegahan, bagi saya kasua kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh orang dekat sendiri sangat miris”. Kata Haslipa. ( Sry)




