Hari Anak Nasional, Muslimin Bando Berbagi Cerita Pada Anak-Anak

  • Whatsapp
Hari Anak Nasional, Muslimin Bando Berbagi Cerita Pada Anak-Anak

HARI ANAK. Bupati Enrekang H. Muslimin Bando Ditengah Ratusan Anak – Anak pada Perayaan HAN, Kamis (17/10/2019)

ENREKANG, UPEKS.co.id — Usai menandatangi Komitmen bersama Kabupaten Layak Anak pada acara  Peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak  Kabupaten Enrekang bekerjasama Gugah Nurani Indonesia ( GNI) Bupati Enrekang Muslim Bando bergegas
menuju tenda dimana 600 anak menunggunya untuk berdialog.

Acara yang dilaksanakan di lapangan Abubakar Lambogo, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang ini dipenuhi  anak -anak dari berbagai kalangan dan berbagai tingkat sekolah yang ada di Enrekang.

Bacaan Lainnya

Muslimin Bando melebur bersama anak – anak dan membuka diri menerima pertanyaan seputar tugas dan  pencapaiannya sebagai Bupati.

” Apa yang mendorong bapak menjadi Bupati? “. Kata seorang anak dari arah tengah tenda.

” Karena saya lebih memilih tangan diatas daripada tangan dibawa. Saya suka membantu orang apalagi kalau  orang susah. Kita tidak bisa membantu orang secara maksimal jika kita tidak punya jabatan termasuk mengambil  kebijakan. Itu yang mendorong saya jadi Bupati “kata MB.

Dia, mengatakan tak pernah membayangkan jika kelak dirinya akan jadi Bupati. Sebagai inspirasi bagi anak – anak  Enrekang, Muslimin Bando menceritakan bagaimana sulitnya kehidupan saat dirinya bersekolah.

” Saya ini anak desa yang lahir di Masalle, dipinggir kebun kopi diatas sawah. Dulu waktu saya SD pergi sekolah  pakai celana pendek, biasa pakai sarung, tidak pakai sendal,jalan kaki berkilo – kilo jauhnya” kata MB.

Dia mengisahkan ketika sekolah Muslimin Bando tetap membantu orang tuanya di sawah. Sebelum berangkat  sekolah dirinya kesawah dulu membersihkan sawah pulang sekolah dia kesawah lagi menjaga padi agar tidak dimakan burung.

” Kehidupan saya seperti itu sampai saya sekolah di Madrasah, SMEA dan kuliah di IKIP. Waktu kuliah saya jualan  koran. Habis shalat Subuh saya naik Sepeda ambil koran dan bagikan ke pelanggan baru pergi kuliah”. Kisahnya.

” Tapi saya sabar dan telaten menjalani hidup. Saya selalu hormat pada orang tua, tidak suka membantah, tidak  suka menyakiti orang apalagi menfitnah,dari kecil saya suka bantu orang. Rupanya sifat – sifat seperti itu yang  membuat cita – cita saya jadi Bupati dikabulkan Allah ” pungkasnya.

Muslimin Bando menitip pesan kepada anak – anak di Enrekang agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal  yang dapat merusak cita – citanya. Bagi Bupati, si Moment Hari Anak Nasional dirinya berharap banyak hal yang  bisa jadi inspirasi agar anak – anak di Enrekang bisa jadi teladan teman – teman yang lain baik didalam maupun  diluar daerah. ( Sry)

Pos terkait