Di Depan Guru Wajo, Prof Anshari Bahas Sastra Digital

  • Whatsapp

Di Depan Guru Wajo, Prof Anshari Bahas Sastra Digital

Makassar, Upeks.co.id–Pembelajaran sastra harus beradaptasi dengan revolusi industri 4.0. Era digital telah merasuk dalam dunia pendidikan. Dan pembelajaran.

Bacaan Lainnya

Teknologi digital telah mengganti peran guru dan siswa. Guru wajib merekonstruksi metode pembelajaran agar mampu merespon kemajuan teknologi digital.

Hal itu dijelaskan Prof.Dr.Anshari,M.Hum. dalam Lokakarya Pembelajaran Bahasa Berbasis Literasi Budaya dan Digital di Era Revolusi 4.0. Sabtu (26/10). Di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo.

Menurut Ketua HPBI Sulsel, suka atau tidak suka, guru wajib melek informasi dan teknologi (IT). Sebab, siswa sudah banyak yang menguasai IT. Jika guru gagap IT, maka siswa gagal meraih masa depan.

Kata Wadir 3 PPs UNM ini, pembelajaran era digital menuntut kurikulum yang adaptif dengan perubahan. Guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang skenario pembelajaran.

Terkait dengan sastra digital atau dikenal dengan nama sastra cyber, karya sastra telah memanfaatkan internet dan media sosial sebagai wahana publikasi.

Guru Besar Pendidikan Bahasa Indonesia berpesan agar guru Bahasa Indonesia terus membenahi kompetensi teknologi IT. Guru harus mendisain media pembelajaran berbasis literasi digital.

Era digital yang menampilkan artistik visual hendaknya dimanfaatkan sebagai penguatan teks sastra. Pemahaman teks sastra didukung video dan animasi sehingga mudah dimengerti pembaca.

Lokakarya dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Pembina Bahasa Indonesia Kabupaten Wajo. Bupati Wajo, Dr.H.Amran Mahmud,S.Sos.,M.Si. membuka acara sekaligus pembicara kunci.(rls)

Pos terkait