ANEKA

PT ASR Laporkan Empat Warga Pinrang ke Polda Sulsel

PINRANG,UPEKS.co.id— Empat warga Pinrang yang diduga melakukan provokasi dan mencoba menghalang-  halangi operasional PT Alam Sumber Rezeky selaku perusahaan yang memiliki legalitas untuk mengelola tambang  pasir di Desa Salipolo Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang beberapa hari lalu, resmi dilaporkan ke Direktorat  Reserse Kriminal Khusus (DitReskrimsus) Polda Sulsel, Kamis (17/10/2019).

“Benar, pihak PT ASR telah melaporkan oknum yang mencoba menghalang-halangi opersional perusahaan klien  kami selaku pengelola tambang pasir berlegalitas di Kabupaten Pinrang,” ungkap Dr Jamaluddin Rustam,  konsultan hukum PT ASR saat mendampingi pihak perusahaan melapor ke Dit Reskrimsus Polda Sulsel.

Jamaluddin menyebutkan,, sesuai Undang -Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba)  Pasal 162, para oknum tersebut terancam pidana maksimal 1 tahun penjaran dan denda Rp100 juta.

“Berdasarkan Undang-Undang itulah, oknum-oknum yang menghalangi kami laporkan dan meminta agar mereka  diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Masalah ini telah berproses hukum dan pihaknya berjanji akan kembali menempih jalur hukum jika masih ada  oknum atau kelompok yang akan memgahalngi operasional eksplorasi tammbang pasir milik kliennya di Kabupaten  Pinrang, tegas Jamaluddin.

Sementara itu, Direktur PT ASR, Muhammad Syahid mengaku, pihaknya memang telah melaporkan 4 oknum yang  diduga merupakan otak atau penggerak massa dalam demonstrasi warga Desa Salipolo menolak aktifitas  tambang perusahaannya beberapa hari lalu.

“Benar, ada empat oknum yang kita laporkan ke Dit Reskrimsus Polda Sulsel,” ujar Muhammad Syahid. Syahid menambahkan, untuk upaya penghalangan yang sama dua kali sebelumnya, pihaknya juga sudah  melaporkan 8 oknum dan saat ini proses hukumnya lagi berjalan di Polres Pinrang. (CALU).

#TRENDING

To Top