ANEKA

USAID IUWASH PLUS dan Pemkab Gelar FGD

BANTAENG,UPEKS.co.id—USAID IUWASH PLUS Kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng  menggelar FGD Penyusunan Naskah Akademik(NA)Ranperda Perumda PDAM Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan ini diikuti Instansi terkait yakni, PDAM, Bappeda, PUPR,Bagian Hukum dan Bagian Ekonomi Kabupaten  Bantaeng di Hotel Ahriani Kabupaten Bantaeng,Rabu,16 Oktober 2019.

Martdwita BayuLestari Goverman Specialist USAID IUWASH PLUS Provinsi Sulsel mengatakan, untuk memastikan  peningkatan akses terhadap layanan WASH secara berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS berpegang pada  hipotesis pembangunan yang berfokus pada penguatan sistem pemberian layanan.

Harapannya, agar secara efektif dapat menjangkau segmen penduduk yang paling miskin dan rentan. Untuk  mencapai hal tersebut, USAID IUWASH PLUS melakukan sejumlah kegiatan melalui empat komponen yang  saling terkait.

Diantaranya, meningkatkan layanan WASH rumah tangga, memperkuat kinerja kelembagaan WASH di tingkat  kota, memperkuat lingkungan pembiayaan WASH dan memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi WASH  nasional.

Dalam pencapaian akses universal sektor Air Minum tidak terlepas dengan adanya regulasi-regulasi  yang memadai. Karena regulasi sektor Air Minum khususnya PERDA Perusahaan Umum Daerah
(Perumda) pada PDAM akan memberikan payung hukum dalam mengimplementasikan kegiatan yang  terkait dengan Air Minum.

PERDA sektor Air Minum yang lengkap akan memudahkan pelaksanaan kegiatan  program Air Minum di Kabupaten Bantaeng.

Pembuatan Perda dimulai dengan penyusunan naskah akademik yang berisi penjabaran tentang hal apa  saja yang perlu diatur dalam perda tersebut.

Untuk hal tersebut dibutuhkan diskusi bersama stakeholder terkait  untuk berbagi peran dan sumberdaya dalam mempersiapkan Naskah Akademik Ranperda Perumda PDAM,jelas  dia.

Tujuannya adalah Menyamakan pemahaman tujuan Perda Perumda, data dan dokumen yang dibutuhkan dalam  Naskah Akademik.

Selain itu,juga Membentuk tim penyusun Naskah Akademik & Ranperda Perumda PDAM serta menyusun  Rencana kerja tindak lanjut (RKTL),jelasnya.

Lanjut kata dia,adapun Output dari kegiatan ini adalah Kesepakatan data dan dokumen pendukung Naskah  Akademik danTim Penyusun serta RKTL,pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup oleh kabid Ekonomi SDH-LH dan IK Bappeda Kabupaten Bantaeng Nursyalim.

Turut hadir Martdwita BayuLestari Goverman Specialist USAID IUWASH PLUS Provinsi Sul Sel dan Warniati  Muhayyang Fasilitator USAID IUWASH PLUS Kabupaten Bantaeng. (IPA)

Loading...

#TRENDING

To Top