ANEKA

Serahkan Akta Nikah, Husler Apresiasi Sistem Jemput Bola Disdukcapil

LUTIM.UPEKS.co.id—Guna menyukseskan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan, khususnya  pencatatan perkawinan bagi penduduk non Muslim di Lutim, Pemkab melalui Dinas Kependudukan dan  Pencatatan Sipil (Disdukcapil) gelar pelayanan jemput bola dan sosialisasikan kebijakan Administrasi  kependudukan dan pencatatan perkawinan massal bagi masyarakat non muslim, Selasa (15/10/2019), di Pura  Jagat Kerti Yasa Lakawali, Kecamatan Malili.

Kegiatan dihadiri Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Luwu Timur, Oksen Bija, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Andi Habil Unru, Camat Malili,
Nursaifullah, Kepala Desa Lakawali, Tokoh Agama Hindu, Tokoh Masyarakat dan undangan.

Bupati Thoriq Husler mengatakan, dengan adanya kegiatan pelayanan jemput bola dan sosialisasi administrasi  penduduk ini, diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan  bagi masyarakat yang sudah menikah, namun belum memiliki catatan sipil.

Selain itu memberikan motivasi dan kesan kepada masyarakat non Muslim bahwa untuk mendapatkan dokumen  yang sah menurut negara, yaitu akta perkawinan bisa diakses dengan mudah.

“Pemerintah daerah telah memberikan keringanan dalam mengurus sejumlah administrasi penduduk sampai turun  lapangan jemput bola dalam pengurusan seperti akta kelahiran dan kematian serta akta perkawinan secara  agama sudah sah, namun secara hukum masih belum, karena kesadaran umat yang masih kurang dalam
mengurus administrasi kependudukan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pelayanan jemput bola dan sosialisasi administrasi pendududuk ini, masyarakat bisa  mengetahui dan menyadari pentingnya untuk mengurus semua administrasi kependudukan seperti akta kelahiran  dan akta nikah maupun akta kematian.

Dengan demikian, ini menjadi salah satu bukti bahwa Pemkab Luwu Timur juga perhatikan hal-hal yang terkecil.

Mulai kita lahir sampai meninggal semuanya tercatat di Disdukcapil. Ini menandakan begitu pentingnya dokumen-
dokumen kependudukan.

“Saya berharap, agar pasangan yang telah memiliki dokumen pernikahan untuk disimpan dengan baik. Karena  dokumen itu akan sangat dibutuhkan dalam kepenguruaan dokumen kependudukan di masa yang akan datang,”  tutup Husler.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Luwu Timur, Oksen Bija  mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan,  khususnya pencatatan perkawinan bagi penduduk non muslim.

“Selain pelayanan akta perkawinan itu sendiri, juga dilangsungkan pelayanan kartu keluarga, KTP/Surat  keterangan akta kematian dan kartu identitas anak (KIA),” ujarnya.

Oksen juga mengatakan bahwa, peserta yang mendaftar sebanyak 80 pasangan suami-istri, sedangkan yang  dicatatkan sebanyak 40 pasangan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Luwu Timur menyerahkan kutipan akta perkawinan kepada salah satu peserta.  (citizen report/hms)

Loading...

#TRENDING

To Top