SULAWESI SELATAN

Terkait Kelanjutan Operasional Tambang Pasir di Salipolo Pinrang, Menunggu Hasil Mediasi

PINRANG, UPEKS.co.id — Aksi ratusan warga Desa Salipolo Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang, Minggu (13/10/2019), yang menolak dengan tegas beroperasinya usaha tambang pasir milik PT Alam Sumber Rezky di desa mereka, juga disikapi dengan tegas pihak perusahaan pengelola tambang.

“PT Alam Sumber Rezky memiliki legalitas untuk melakukan pertambangan pasir di lokasi tersebut, jadi harusnya warga paham dan Pemerintah Kabupaten mau bertanggungjawab atas permasalahan ini dengan memberikan jaminan keamanan dan perlindungan kepada pihak kami selaku investor,” tegas Andi Nanrang, salah satu perwakilan perusahaan pengelola kepada awak media, Minggu (13/10/2019) sore.

Nanrang juga menyoroti pernyataan Camat Cempa selaku perwakilan pemerintah setempat yang mengkritisi keputusan Pemerintah Pusat atas terbitnya izin operasional PT Alam Sumber Rezky.

“Tidak sepantasnya Camat melontarkan pernyataan yang menyudutkan Pemerintah Pusat yang dikatakan seenaknya menerbitkan ijin operasional. Harusnya kalau Pemerintah Kabupaten atau warga menolak, dari awal mereka punya hak menolak dengan tidak menerbitkan surat rekomendasi RTRW dan Amdal. Jangan setelah ijinnya terbit dan memiliki legalitas, baru terkesan mau lepas tangan pro ke segelintir warga yang menolak,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Cempa Pinrang, Iptu Akbar yang dikonfirmasi mengaku, persoalan ini telah ditangani Pemerintah Kabupaten Pinrang dan pihak terkait lainnya.

“Pihak Perusahaan sudah menyatakan siap menunda sementara operasionalnya sambil menunggu hasil mediasi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang yang berjanji akan mempertemukan pihak perusahaan dengan perwakilan warga yang menolak,” kata Iptu Akbar.

Akbar berharap, hasil mediasi nantinya bisa memberikan solusi yang terbaik bagi kedua pihak sehingga tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban. (CALU)

#TRENDING

To Top