ALL SPORT

Suasana Persahabatan di Open Road Expeddition 2019

MAKASSAR, Upeks.co.id–Open Road Expedition-ORX seri ke-6 telah memasuki hari terakhir (Minggu, 13 Oktober 2019) dari total 3 hari etape. Rasa lelah panitia pelaksana dan peserta masih tampak di wajah mereka yang telah mempersiapkan hajatan besar ini selama lebih dari tiga bulan lamanya.

Di akhir pelaksanaan, dinyatakan tidak ada peserta yang mengalami cidera fatal, walaupun tidak sedikit kendaraan para peserta terjungkal hingga berkali-kali di medan yang dinilai ganas untuk olahraga hobby ini. Adapula beberapa peserta yang mengalami accident fisik namun kematangan pihak penyelenggara yangs ejak awal telah menyediakan cukup banyak tim medis di sepanjang jalur dengan peralatan mobile yang cukup lengkap.

Alhasil seluruh kendaraan dan peserta dilaporkan berhasil meninggalkan seluruh rute walaupun tidak semua peserta berhasil melalui pos rute untuk mendapatkan sign official yang telah ditetapkan, namun dengan alas an teknis pada kendaraan serta kondisi fisik, akhirnya para peserta yang mneyerah akhirnya keluar dari rute dan langsung menuju BC (basecamp) terakhir. Di akhir pelaksanaan, komite lomba (RC) dan komite pelaksana (OC) terus menunjukkan semangat juang mereka dalam menyelesaikan seluruh misi dalam ORX seri-6 ini.

Sejak awal persiapan (scrutineering) yang digelar selama 2 hari di Makassar, satu pentanyaan yang muncul bagi sebagian orang yang kurang memahami olah raga hobby yang terbilang eXtreme ini “Mengapa peserta wajib membentuk tim kecil (1 tim terdiri dari maksimal 3 kendaraan) sebelum mengikuti ORX-6”.

Ternyata setelah menyaksikan para peserta menyelesaikan misi mereka hingga di gate finish, barulah jelas bagi kami bahwa ORX itu adalah tempat dimana para peserta tidak hanya menguji kehandalan kendaraan serta kemampuan berpertualangnya saja namun lebih dari itu, peserta dilatih membangun kesadaran yang besar akan pentingnya Persahatan Sejati (true friends), Keamanan berkendara di medan off-road (safety no compromise) dan Keselarasan / harmonisasi dengan alam (keep clean & nature) dengan selalu aktif menjaga kebersihan dikawasan hutan & lingkungan yang dilalui.

Saat beberapa kendaraan peserta terjungkal hingga terguling berkali-kali hingga kendaraan mreka tidak mampu lagi berjalan karena rusak, saat itulah persahatan sejati mereka muncul dengan sangat responsive menolong satu sama lain, tanpa ada yang meninggalkan kawan yang membutuhkan pertolongan.

Mereka tampak bahu-membahu mendorong kendaraan tim yang mogok hingga rame-rame memperbaiki kendaraan ditengah hutan tengah malam dibawah dinginnya angin dan kabut malam.

Eratnya persahabatan juga tampak ketika para peserta sudah mulai kelaparan dalam kondisi badan “nyaris” kekurangan cairan akibat suhu tinggi yang mencapai 36* derajat serta kulit tubuh bercucur keringat yang bau karena belum bertemu air untuk mandi sejak beberapa hari berjuang dalam hutan tandus dan panas, namun sudah waktunya untuk makan. Mreka bekerjasama dan saling membagi tugas memasak mie instan, nasi dan ikan asin dilengkapi sambal khas buatan sang istri tercinta sejak pamitan meninggalkan rumah untuk mengikuti ORX.

Mereka duduk bersama di atas tanah beralaskan tikar plastik dan dedaunan untuk menikmati hidangan yang dimasak bersama-sama. Sambil makan, mereka bercerita tentang hal-hal yang lucu yang ditemui selama perjalanan, hingga adapula yang tertawa terbahak melihat tingkah kawannya yang tampak kumal karena beberapa hari belum mandi sejak mengikuti ORX. Sungguh sebuah pengalaman unik yang sulit ditemui di cabang olahraga lainnya. Inilah hakikat tentang manusia dan alam yang ditemui di Open Road Expedition.

“Saya mengikuti Open Road Expedition-ORX seri-6 ini bukan hanya karena medannya yang sangat menggairahkan bagi saya sebagai offroader yang suka medan ekstrem tetapi lebih dari itu banyak hal yang menyadarkan saya tentang harmonisasi alam dengan manusia, dan paling penting arti sejatinya sebuah persahabatan, saya banyak menemukan itu di event ini, ” jelas Nischal, salah seorang peserta dari Kendari dibawah bendera tim Kerbau Liar yang menggunakan kendaraan Toyota Hardtop pada Iseri-6 ORX ini.

Saat dikonfirmasi via telepon, Founder sekaligus Ketua Umum ORX Adventure Club, Agus Arifin Nu’mang, MS menjelaskan bahwa fari seluruh trek yang disajikan, seluruh peserta berhasil masuk ke BC akhir sebelum convoy menuju gate finish di Tugu Cinta Sejati Ainun-Habibie di Pare-pare, walaupun peserta mengakui trek ORX-6 ini terbilang berat dan ekstrem, namun seluruh peserta menyatakan sangat puas dengan trek yang disajikan.

Selain salah satu keindahan alam yang dapat disaksikan dari punggung gunung Bojo, beberapa rintisan jalan baru dan jalan penghubung dengan jarak lebih pendek juga kami temukan.

“Setelah event ini berakhir kami akan memberikan informasi comprehensive dan terbuka ke Masyarakat dan Pemerintah akan bibit jalan yang kami temukan untuk kiranya mendapatkan respon positif untuk dilanjutnya yang akhirnya akan menjadi jalan umum yang akan menghubungan 4 kabupaten dengan waktu yang lebih singkat serta jarak yang lebih pendek yakni Kabupaten Sidrap, Barru, Pinrang dan Pare-pare,” jelas Agus Arifin Nu’mang, MS yang kerap disapa Pak Ketua bagi para offroader Sulsel. (rls)

Loading...

#TRENDING

To Top