MAKASSAR CITY

Barantan, Perdana Ekspor Gangan Cengkeh Senilai Rp396 Juta

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Balai Karantina Pertanian terus membuka kerang ekspor baru, kali ini Balai Karantina Pertanian mengekspor gagang cengkeh sebanyak 50 ton senilai Rp 396 Juta dengan negara tujuan India.

Hal tersebut diakui Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat melepas ekspor di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Makassar (11/10/2019).

Menurut Ali sapaanya, komoditas cengkeh yang selama ini diminati hanya bunganya, seiring dengan melihat manfaatnya gagang atau batang cengkeh sudah bisa diekspor.

Kata dia gagang cengkeh yang biasanya tidak terpakai atau dibuang, saat ini sudah memiliki nilai ekonomis tinggi dan diminati pasar ekspor.

“Alhamdulillah, bertambah lagi ragam komoditas unggulan ekspor kita. Kami dorong pelaku usaha untuk gali, gali dan ekspor lagi,” kata

Menurut Ali, gagang cengkeh yang diekspor tersebut dinegara tujuan produk gagang cengkeh akan diolah menjadi minyak atsirinya dan digunakan sebagai rempah-rempah.

Melihat peluang tersebut Ali, berharap, kedepan gagang cengkeh tersebut tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan pelaku usaha sudah manjadikan produk jadi atau minimal setengah jadi.

Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh tambahan margin keuntungan bagi petani karena untuk pasar ekspor, industri olahan produk pertanian juga membuka lapangan pekerjaan. Jadi tidak saja petani, masyarakat lainpun ikut terdongkrak kesejahterannya.

Ditempat yang sama Ali Jamil yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah secara bersamaan melepas ekspor kakao 3 ton dengan negara tujuan Jepang senilai Rp138 Juta.

Hadi mengatakan peningkatan ekspor di Sulsel harus terus didorong secara bersama. Apalagi saat ini Pelabuhan Laut Soekarno Hatta bisa melakukan ekspor secara langsung atau direct call ke berbagai negara tujuan.

“Jika dulu, kita melakukan ekspor harus lewat Jakarta atau Surabaya, tapi saat ini sudah bisa langsung ke negara dengan direct call sehingga lebih cepat,” ujarnya.

Hadi menyebutkan Sulsel sudah memiliki 58 negara tujuan ekspor, untuk itu. Hadi berharap kedepannya kegiatan ekspor di Sulsel lebih meningkat lagi.

“Sekarang sudah direct call, kita juga sudah memiliki 58 negara tujuan hal ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan lagi ekspor di Sulsel,” tutupnya.(Rasak)

#TRENDING

To Top