ANEKA

Serangan Hama Tikus dan Kekeringan, Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

PINRANG,UPEKS.co.id — Serangan hama tikus serta kekeringan akibat dampak kemarau yang panjang membuat  sebahagian besar petani di Kabupaten Pinrang harus gigit jari.

Mereka hanya bisa pasrah melihat lahan pertanian  yang telah mereka modali dan menguras tenaga ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

“Jangankan untuk kembali modal Pak, hasil yang biasanya kita simpan untuk dimakan, tidak ada,” aku Udin, salah  satu petani di Kecamatan Watang Sawitto kepada awak media, Kamis (10/10/2019).

Hal senada dilontarkan Syarif, seorang petani di Kecamatan Lanrisang. Dia menyebutkan, untuk musim tanam kali  ini, ratusan hektar sawah di wilayahnya dipastikan gagal panen.

“Kami sudah mencoba berbagai upaya, tapi hasilnya tetap seperti ini. Kami harap, Pemerintah Daerah memiliki  empati dan bisa memberikan solusi terbaik buat kami,” harapnya.

Terpisah, Herman, salah seorang petani asal Kecamatan Mattiro Bulu meminta Pemerintah jangan menutup-nutupi  masalah ini dengan mencoba menonjolkan areal pertanian yang kebetulan produksinya masih bisa bertahan di  musim tanam ini.

“Jujur, kami sesak. Dinas Pertanian berkoar akan kesuksesan petani Pinrang di musim tanam ini dengan  mengambil sampel wilayah yang masih bisa bertahan produksinya. Harusnya mereka membuka mata dan berani  jujur akan kenyataan yang dihadapi petani Pinrang saat ini,” ucapnya dengan ketus.

Herman menyebutkan, kalau pun ada wilayah yang panennya masih bisa bertahan, prosentasenya cukup sedikit  jika birbicara skala Kabupaten.

“Yang gagal panen ditutupi. Yang panennya masih bisa lumayan ditonjolkan untuk menutupi kesengsaraan petani  dari sorotan publik. Ini sudah keterlaluan, harusnya Dinas terkait memikirkan gimana caranya bisa membantu  petani yang gagal panen,” tandasnya.

Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Pinrang yang coba dimintai klarifikasinya akan permasalfahan ini,  belum bersedia memberikan keterangannya. (CALU)

Loading...

#TRENDING

To Top