Wabup Maros Resmi Daftar Di Golkar Maros

Wabup Maros Resmi Daftar Di Golkar Maros

MAROS.UPEKS.co.id— Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang mengembalikan formulir ke Partai Golkar,  jumat (27/9/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Harmil, Nasdem dan Golkar merupakan koalisi nasional yang terjadi saat pilpres. Dia berharap bisa  kembali terulang di daerah, khususnya kabupaten Maros. Harmil mengaku sebagai bakal calon bupati dari  Nasdem, mereka didorong dari pengurus pusat untuk mendaftar di partai Golkar.

“Ini merupakan kesempatan kami untuk mendaftar di partai Golkar. Apalagi kami memang diperintahkan oleh  pusat, jika Golkar di daerah sudah terbuka, maka kami wajib mendaftar. Kami tentu berharap bisa bersama-sama  di Pilkada Maros. Partai Golkar merupakan partai besar, sehingga peluang untuk maju sangat terbuka lebar,”  jelasnya.

Disadari Harmil, Partai Nasdem belum bisa mengusung calonnya di Pilkada Maros jika tidak berkoalisi dengan  partai lain. Karenanya dia mengincar Golkar dan beberapa partai lainnya yang telah membuka pendaftaran. Selain  Golkar, dia juga telah mendaftari di PPP, dan PDIP.

Menyinggung mengenai calon pendampingnya, Harmil dengan gamblang menyebutkan jika dia berharap calon  pasangannya di Pilkada mendatang adalah perempuan. Menurutnya, selama ini belum pernah ada sejarah
perempuan menjadi wakil bupati.

“Dengan melibatkan perempuan sebagai wakil bupati, kami menganggap bagian dari pemberdayaan kaum  perempuan.

Sementara itu Ketua DPD II Partai Golkar HA Patarai Amir menjelaskan, sosok A Harmil Mattotorang merupakan  politikus yang berkharisma. Pengalamannya sebagai Wakil Bupati tentu saja merupakan salah satu pegangannya  untuk membangun Maros lebih baik nantinya.

Meski sudah ada 11 bacalon yang mengembalikan formulir hingga jumat siang, namun hanya satu yang akan diusung pada pilkada Maros, dan itu berdasarkan trend survey.

Secara gamblang Ketua DPRD Maros ini menyatakan, saat ini survey tertinggi yang beredar dipegang oleh tiga  tokoh Sulsel, yakni AS Chaidir Syam, HA Harmil Mattotorang, dan Hj Suhartina Bohari. (alfi).

Pos terkait