Siapkan Permukiman Layak Huni, GowaTerbaik Pertama Nasional Pelaksanaan Program KotaKu

  • Whatsapp

Siapkan Permukiman Layak Huni, GowaTerbaik Pertama Nasional Pelaksanaan Program KotaKu

GOWA, UPEKS.co.id– Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR RI, Didiet Arief Akhdiat
memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai terbaik pertama nasional,  pelaksanaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) se-Wilayah 3  meliputi Pulau Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, dan Papua.

Bacaan Lainnya

Penghargaan ini diterima karena Gowa dinilai mampu mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan permukiman
yang bersih dan layak huni berkat kerja keras yang ditunjukkan pemkab bersama Kotaku melalaui Badan
Keswadayaan masyarakat (BKM) pada 14 Kelurahan di Kecamatan Somba Opu.

Dalam sambutannya Didiet mengatakan Program Kotaku ini bertujuan untuk menuntaskan kekumuhan dengan
menyediakan infrastruktur permukiman, dan meningkatkan kualitas permukiman yang layak huni dan  berkelanjutan.

” Kami berharap Pemerintah kabupaten/kota untuk selalu bersinergi dalam menuntaskan kekumuhan di Indonesia,
apalagi program KotaKu ini akan berakhir tahun 2022 sehingga dibutuhkan strategi untuk mewujudkan lingkungan
yang layak huni berkelanjutan,” katanya saat menghadiri acara, di Jasmine Hall Claro Hotel Makassar, Selasa
(17/9/2019).

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasinya  atas capaian Kabupaten Gowa dalam menuntaskan kekumuhan didaerahnya, terbukti dengan diperolehnya  penghargaan dari Kementerian PUPR.

“Selamat kepada Kabupaten Gowa, kami Pemprov Sulsel sangat bangga dan mengapresiasi semangat Pemkab
Gowa ini capaian yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Gowa, Abdullah
Sirajuddin sekaligus menerima langsung penghargaan tersebut mengaku sangat bersyukur. Menurutnya
penghargaan yang diraih ini atas kerja sama dan kerja keras seluruh elemen satuan kerja yang berkolaborasi  dengan Pemkab Gowa.

“Alhamdulillah ini berkat kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak khususnya Kotaku dan Pemkab Gowa
dalam hal ini Pak Bupati dan Pak Wabup,” ujarnya.

Dikatakan Abdullah, capaian ini sejalan dengan bukti nyata dilapangan, karena hingga saat ini program KotaKu  terus berjalan untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan.

“Pastinya bukti nyata bahwa KotaKu di Gowa sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, dan hasil ini  juga tidak terlepas dari dukungan Bapak Bupati Gowa dan Wabup yang selalu memberikan perhatian serta  dukungan atas program ini, kami berharap capaian ini menjadi motivasi tersendiri untuk dapat dipertahankan  bahkan jika perlu ditingkatkan,” harapnya.

Terpisah, Koordinator KotaKu Wilayah 4 Sulsel (Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar), Nurliah Ruma
mengatakan semua ini mampu diraih karena kerja keras tim korkot, BKM dan Pemkab Gowa di semua level dan  sektor terkait.

“Yang terpenting prestasi ini ada karena support bapak Bupati dan Wakil Bupati Gowa juga bapak Sekkab Gowa  terlebih proaktifnya masyarakat dalam melaksanakan program ini sebagai pelaku utama dalam mengikis dan  menghilangkan kekumuhan di lingkungannya masing-masing. Komitmen bapak Bupati Gowa yang sangat luar  biasa diapresiasi oleh pihak pusat dan pemerintah Provinsi Sulsel baik bapak Gubernur maupun Wakil Gubernur  Sulsel,” bebernya.

Dijelaskan Nurliah Ruma, efek dari program yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat ini cukup tampak.
Peran masyarakat sungguh antusias dalam mewujudkan keinginan melihat lingkungannya bersih dan tertata.

Dalam program yang mengantar Kabupaten Gowa meraih juara pertama se Indonesia karena menyangkut  penilaian semua aspek termasuk administrasi, giat lapangan dan penggunaan anggaran.

“Saya kurang tau pasti bagaimana indikator penilaian pusat, tapi yang jelas Gowa juara. Setau saya Gowa itu  mampu membangun komitmen dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. Yang jelas saya katakan bahwa Kotaku  Gowa itu tercepat penyerapan anggaran dan progres pekerjaan fisiknya di lapangan serta kelengkapan  dokumen-dokumen data dan lainnya.

”Saya sangat bersyukur karena prestasi ini dan Kotaku Gowa tidak akan  berhenti sampai disini. Saya berharap kekumuhan di Gowa betul-betul titik nol alias tidak ada kumuh lagi,” tambah  Nurliah.

Dalam program nasional ini, Kotaku Gowa tercatat sebagai salah satu dari 38 kabupaten/kota di 12 provinsi di  Indonesia yang melaksanakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dari 38 daerah pelaksana itu, Gowa yang  tertinggi capaian progres pelaksanaannya. (sofyan).

Pos terkait