Serap Dana Miliaran, Villa Bambapuang tak Terawat

  • Whatsapp

Serap Dana Miliaran, Villa Bambapuang tak Terawat

ENREKANG,UPEKS.co.id – Villa Bambapuang adalah satu satu sumber PAD Kabupaten Enrekang yang cukup  besar seandainya saja dikelola oleh orang yang tepat.

Bacaan Lainnya

Sayangnya hingga saat ini aset daerah yang menghabiskan
anggaran miliaran rupiah yang terletak di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja saat ini tampak tak terawat  bahkan belum berfungsi maksimal tapi sudah rusak.

Salah satu pendukung objek wisata yang dibangun pada erah Kepemimpinan La Tinro La Tunrung sebagai Bupati  pada tahun 2003 saat ini tak lagi terawat. Padahal Villa Bambapuang setiap tahun mendapatkan kucuran dana
untuk proses pembangunannya dan rehabilitasinya.

Namun sayang sejumlah kamar untuk wisatawan atau pengunjung yang ada pada bangunan gedung baru Villa
tersebut tampak tak terurus.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah bangunan baru lima lantai yang baru selesai dibangun tiga tahun lalu,  sejumlah fasilitas sudah mengalami kerusakan.

Nyaris semua gagang pintu di beberapa kamar sudah rusak dan bahkan terlihat seperti dijebol. Kondisi kamar yang berdebuh dan tak beraturan tampak jelas terlihat begitu menginjakkan kaki di bangunan  tersebutt.

Di Villa ini sudah dilengkapi fasilitas seperti bantal, springbed, TV dan peralatan kamar lainnya namun kondisinya  tak teratur dan terkesan jorok. Beberapa bagian pada plafon di sejumlah ruangan sudah rusak dan ambruk,
termasuk kotoran terlihat jelas di setiap lantai bangunan seolah olah tempat ini sama sekali tak dijaga atau tak ada
yang merawat.

Muh. Tahir, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pemuda Dan Olah Raga ( Dispopar) Kab. Enrekang  kepada awak Media mengatakan tak mengetahui pasti berapa besaran anggaran bangunan ini pada saat  pertama kali didirikan tahun 2003.

Namun dia, mengungkapkan anggaran dari Dispopar untuk pembangunan Villa Bambapuang tahun 2018 sebesar  Rp 699 juta dari DAK. Rinciannya adalah Rp 503 juta untuk membangun gedung pusat informasi Wisata dan Rp
196 juta untuk pembuatan toilet.

Selain DAK, gedung yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu objek andalan sebagai penginapan para  wisatawan di Enrekang ini juga mendapat kucuran dana dari APBD tahun 2018.

Kucuran dana dari APBD sebesar Rp 315 juga dengan rincian, pembangunan sanitasi dan sarana air bersih  sebesar Rp 150,juta, pengadaan genset Rp 40 juta dan rehabilitasi gedung Villa sebesar Rp 125 juta.

” Itu anggaran tahun 2018, sekarang gedung belum difungsikan maksimal karena masih dalam proses  pembenahan,” kata Tahir.

Tentang bangunan gedung lima lantai Villa Bambapuang yang saat ini kondisinya sangat jorok dan  memprihatinkan, dia mengaku tidak dianggarjan oleh Dispopar melainkan oleh Dinas lain.

Informasi yang sempat kami himpun, anggaran gedung berlaintai lima tersebut melekat pada Dinas PU tahun
anggaran 2016, dengan nilai kontrak anggaran sebesar Rp 1.883.800.000 dan dikerjakan oleh CV Kuadran. ( Sry)

Pos terkait