Rekam Harmoni PT Vale dan Pemerintah Dibalik Bangkitnya Wisata Danau Matano

  • Whatsapp
Rekam Harmoni PT Vale dan Pemerintah Dibalik Bangkitnya Wisata Danau Matano
KEINDAHAN DANAU MATANO. Tampak wisatawan sedang foto bersama untuk mengabadikan moment keindahan panorama Danau Matano.

SOROWAKO, UPEKS.co.id— Danau Matano, rasanya tidak berlebihan jika menyematkannya dengan nama kepingan surga yang dianugrahkan Tuhan untuk destinasi wisata satu ini.

Bagaimana tidak, danau yang terletak di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini, berlimpah keindahan dan penghidupan.

Bacaan Lainnya

Sehingga tidak heran, jika hal ini dianggap anugrah terbesar bagi masyarakat yang bermukim disekitar danau tersebut khususnya masyarakat Desa Sorowako, Kecamatan Nuha.

Selain itu, meski danau yang diklaim terdalam di Indonesia ini berada di kawasan pertambangan PT Vale Indonesia Tbk yang beroperasi sejak 1968, namun panorama keindahannya tetap terawat.

Buktinya, salah satu karakteristik yang dimiliki Danau Matano yakni kejernihan airnya, yang seolah menggiring kita berada dalam aquarium raksasa ketika menjejakinya masih terjaga.

Seperti yang diakui Kepala Desa Sorowako bernama lengkap Jihadin Peruge yang sangat berbangga memiliki tanah kelahiran yang berlimpah penghidupan yang masih terjaga kelestariannya.

Berangkat dari hal tersebut, pria kelahiran Sorowako 22 Mei 1975 ini mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk memberikan perhatian lebih ke sektor pariwisata sebagai pendapatan ekonomi masyarakat tentunya.

“Apalagi, potensi alam Danau Matano sangat medukung untuk memikat hati wisatawan untuk berkunjung. Sehingga, kami pemerintah daerah hingga pusat mencanangkan beragam program untuk membangkitkan pariwisata tersebut,” tuturnya.

Rekam Harmoni PT Vale dan Pemerintah Dibalik Bangkitnya Wisata Danau Matano
Jihadin Peruge

Hal inipun, kata dia, turut diinisiasi PT Vale Indonesia melalui berbagai program peningkatan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang mendukung ekonomi pasca tambang.

“Peran PT Vale Indonesia tidak hanya menjaga kelestarian Danau Matano saja. Tapi juga melakukan penataan beberapa titik objek wisata seperti Pantai Ide, Nurseri, Mining Park hingga masih banyak objek lainnya yang didedikasikan untuk membangkitkan pariwisata Danau Matano,” ujarnya.

Tidak sampai disitu saja, lanjut dia, PT Vale Indonesia juga mengedukasi pelaku wisata setempat perihal metode yang efektif dilakukan untuk mendatangkan wisatawan. Bahkan katanya, PT Vale Indonesia juga turut memperkenalkan Danau Matano melalui beragam event pariwisata hingga sosial media.

“Menariknya lagi, agar kunjungan wisatawan lebih berkesan, kami miliki galeri yang menyediakan beragam oleh-oleh. Dan hadirnya galeri ini juga tidak lain merupakan peran PT Vale Indonesia untuk meningkatkan pendapatan pelaku UKM di Luwu Timur,” terangnya.

Ditanyai perihal sejak kapan harmonisasi pemerintah dengan PT Vale Indonesia ini terjalin dalam mendorong bangkitnya pariwisata Danau Matano, ia menyebutkan sudah cukup lama.

“Secara umum Pemerintah dan PT Vale Indonesia sudah melakukan kerjasama sudah dari dulu. Tapi khusus bekerjasama dengan kami mulai sejak saya menjabat sebagai kepala desa di awal tahun 2018 lalu,” ungkapnya

Ia juga menyebutkan, berkat dorongan PT Vale Indonesia ini, kunjungan wisatawan ke Danau Matano mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kunjungan wisatawan ke Danau Matano ditahun 2019, meningkat sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya. Sehingga kami berharap, pemerintah dan PT Vale terus bersninergi dalam membangkitkan pariwisata di Luwu Timur, khususnya Danau Matano,” imbuh Lau Jiha, sapaan akrab untuk laki-laki khas Sorowako ini.

Ditempat yang berbeda, Deputy CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menuturkan jika sudah menjadi mutlak bagi pihaknya untuk menjaga keberlangsungan lingkungan dikawasan tambang.

Terbukti kata dia, dari terjaganya karakteristik kejernihan air Danau Matano. Karena tidak bisa dimunafikkan, tambang kerap identik dengan pengrusakan lingkungan.

Rekam Harmoni PT Vale dan Pemerintah Dibalik Bangkitnya Wisata Danau Matano
JAGA KELESTARIAN. Deputy CEO PT Vale Febriany Eddy didampingi Senior Manager Communications PT. Vale Indonesia, Bayu Aji bersama Sorowako Diving Club melakukan penyelaman dan berhasil mengangkut puluhan kantong sampah plastik dari dalam permukaan air Danau Matano.

“Namun PT Vale Indonesia mencoba merubah hal tersebut, juga bisa disaksikan sendiri, hasil dari upaya kami menjaga kelestarian lingkungan Danau Matano. Hal ini juga diperkuat, pengoperasian tambang mengantongin izin lingkungan sesuai Persetujuan Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan),” tutur tokoh perempuan peraih penghargaan Asia’s Top Sustainability Superwomen 2019 ini.

Tidak hanya itu, dengan memegang prinsip pertambangan berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap peradaban, PT Vale Indonesia turut mendorong pariwisata Danau Matano dengan berkolaborasi dengan pemerintah tentunya.

Upaya yang dilakukan, kata Febri banyak hal diantaranya menyediakan fasilitas wisata, edukasi terhadap pelaku wisata, pemberdayaan UKM dan gelaran event wisata dan masih banyak lainnya.

“Dan tak kalah pentingnya, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Danau Matano. Apalagi Danau ini dilansir merupakan salah satu danau purba terdalam di Asia Tenggara, sehingga hal ini sudah menjadi nilai pikat tersendiri bagi wisatawan pastinya,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, belum lama ini PT Vale Indonesia Tbk telah meraih Penghargaan Subroto 2019 untuk Kategori Perlindungan Lingkungan Pertambangan Kelompok Kontrak Karya dan Izin Usaha Pertambangan Khusus dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu juga, PT Vale Indonesia di tahun 2019 ini bersama pemerintah Luwu Timur Sulsel beberapa kali menggelar event peduli lingkungan dan promosi wisata.

Edukatifnya lagi, acara tersebut secara langsung melibatkan masyarakat serta dengan khusus mendatangkan pakar lingkungan dan pariwisata.

Sebagai kata penutup dari penulis, mari bersama-sama menjaga warisan Tuhan untuk penghidupan berkelanjutan. (Penulis: Hasmiati Mus)

Pos terkait