PWI Sulsel Gelar UKW, Pemprov Harap Wartawan Profesional Dalam Pemberitaan

 

PWI Sulsel Gelar UKW, Pemprov Harap Wartawan Profesional Dalam Pemberitaan

Bacaan Lainnya

MAKASSAR.UPEKS.co.id–Gubernur Sulsel diwakili Asisten II, Muh Firda buka sangat apresiasi pelaksanaan Uji  Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Sabtu  (28/9/2019) di Hotel Remcy, Jalan Bolevar, Makassar.

UKW diikuti 32 wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam PWI Sulsel. Dari ke 32 peserta UKW 3  peserta UKW jenjang peringkat Utama, La Ode Adnan Irham (Mediakendari.com), Syahruddin (Harian Fajar dari  Luwu Raya), Dian Muhtadia Hamna (Fijarnews.com Makassar).

Tim penguji UKW, gabungan dari Dewan Pers dan penguji dari PWI Provinsi Sulsel. Tim dimaksud, Sasongko  Tedjo, Dwikora Putra, Yusuf M Said, Swarddy Thahir, Rita Sri Hastuti, Aty Suprihatin, Suherlan.

Selain itu ada peserta dari PWI Lutra, Junaidi Rasyid Harian (Palopo Pos), Yustus Bunga (Harian Ujungpandang  Ekspres), Haerul Tungga (Harian Rakyat Sulsel), Wirdayanti (Radio Adira Masamba).

PWI Sulsel Gelar UKW, Pemprov Harap Wartawan Profesional Dalam Pemberitaan

Dalam sambutannya, Muh Firda mengatakan, UKW harus menjadi perhatian bagi seluruh pemangku media untuk  tetap menjaga dan meningkatkan kualitas dan profesionalisme para jurnalisnya dalam melaksanakan tugas.

“Saat ini UKW merupakan keharusan bagi wartawan untuk menjadi kompeten dalam menjalankan tugasnya,”  ucapnya.

Ia pun mengapresiasi pelaksanaan UKW ini. Dimana diharapkan dapat meningkatkan kemampuan wartawan menyajikan informasi atau berita yang sesuai dengan kode etik jurnalistik dan berbagai aturan.

“Kami harap media harus netral dalam menyajikan berita-berita yang real. Sehingga masyarakat tidak salah  menafsirkan berita di media dan tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Sementara, Ketua PWI Sulsel, Agus Alwi Hamu menambahkan, kegiatan UKW ini sangat penting dalam rangka  melahirkan wartawan profesional. Kegiatan digelar dua hari. Para peserta terbagi ke dalam dua kelas, muda dan  utama.

“Selama dua hari ini kita lakukan agar bisa mencapai hasil yang maksimal. Kita laksanakan juga ini agar sinergitas  mendukung pemerintah untuk memerangi hoax dan menguji secara langsung profesionalitas para wartawan ,”  kata Agus Salim Alwi Hamu. (yustus).

Pos terkait