Prof. Dr La Ode Husen, SH: Irjen Pol Firli Bahuri Bertekad Berantas Korupsi Dengan Hati Nurani

  • Whatsapp

Prof. Dr La Ode Husen, SH: Irjen Pol Firli Bahuri Bertekad Berantas Korupsi Dengan Hati Nurani

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Tugas seorang penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi memang  tidaklah ringan, namun ketika amanah itu telah ada di tangan Irjen Pol Firli Bahuri yang sudah menjadi takdir  Allah, maka amanah itu tidak boleh dihianati.

Bacaan Lainnya

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, namun kesempurnaan dan kemuliaan itu milik Allah Swt dan
Allah akan melimpahkan kemuliaan itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Selain itu Allah jualah yang  memiliki kuasa untuk menghinakan hamba-NYA.

Bagi Irjen Pol Firli, jangan mencari kesempurnaan, karena kesempurnaan tidak akan pernah ditemukan pada  seorang manusia. Menegakan hukum dengan menggunakan hati nurani menjadi karakter seorang Firli, lihat dan  cermatilah pernyataannya, kalimat demi kalimat.

Pemikiran itu dkemukakan Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI, Prof Dr La Ode Husen,SH.MH
kepada Upeks, Kamis (19/9),

Sebelumnya Ketua KPK terplih, Firli mengemukakan, ”Saya pesankan kepada seluruh jajaran untuk tidak mencari kesempurnaan,  karena ketika kita mencari yang sempurna maka tidak akan pernah ditemukan. Kita bisa menemukan
kesempurnaan ketika kita memiliki kemampuan menempatkan diri dan hati untuk menerima orang lain.

La Ode Husen yang juga Wakil Rektor III UMI itu menilai, hakikat terdalam dalam pernyataan Firli tersebut,  memberi isyarat kuat, bahwa Irjen Pol Firli, dalam mengemban amanah menjadi Pimpinan KPK periode 2019-2023
akan menegakan hukum dengan menggunakan hati nurani.

”Hal ini menunjukkan itegritas dan karakter seseorang yang seharusnya melekat pada setiap penegak hukum,  Tidak pernah akan merasa takut terhadap amanah yang harus dipetanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tutur
La Ode Husen..

Ditambahkannya, Irjen Pol Filrii dengan bermodalkan berbagai pengalaman yang dimiliki, menunjukkan akan
mampu memimpin KPK dengan baik empat tahun ke depan ditunjang, program yang realistis.

Diantaranya, pembangunan  sumber daya manusia KPK, Pembangunan sistem mitigasi, penguatan pemulihan aset negara dan penguatan kerja sama antarlembaga
negara.

Namun yang tidak kalah pentingnya dalam pemberantasan korupsi itu adalah pengembalian asset dari  akibat kerugian negara dengan menyita barang sitaan perkara korupsi sebagai asset recovery.

Penegakan hukum tindak pidana korupsi memang terkadang harus bersifat radikal dan tidak tebang pilih, namun  harus selalu berlaku adil, siapapun yang melakukan korupsi akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,  kunci La Ode Husen. (arf).

Pos terkait