Baznas Enrekang Dorong Rante Mario Jadi Desa Percontohan

  • Whatsapp

Baznas Enrekang Dorong Rante Mario Jadi Desa Percontohan

ENREKANG, UPEKS.co.id – Warga desa Rante Mario sudah lama bayar infaq dan Zakat Pertanian, hal ini  membuat BAZNAS Enrekang mendorong desa Rante Mario jadi desa percontohan.

Bacaan Lainnya

Komisioner Baznas Enrekang Baharuddin mengatakan ini adalah kearifan lokal yang perlu di tumbuh kembangkan
di desa desa lainnya.

Tugas BAZNAS Enrekang adalah melakukan sosialisasi dan edukasi UU Zakat untuk adaptasi dengan aturan  yang berlaku saat ini tentang pengelolaan zakat. Budaya bayar infaq pertanian ini masuk dalam klausul pasal yang  mengatur tentang standar zakat pertanian. Tidak sulit menyesuaikan dengan kebiasaan lama masyarakat Islam  Rante Mario tersebut.

Kalau selama ini model pengumpulannya tidak jelas zakat atau infaq, maka sudah harus jelas hitungannya.

Demikian juga pendayagunaan infaq padinya, selama ini lebih banyak kepada kegiatan sosial dan tidak  memperhatikan aspek Aznap.

” Maka kedepan harus berdasarkan 8 Asnap. Pola distribusi dan pendayagunaan cukup mengikuti cara BAZNAS
Enrekang, mendahulukan fakir miskin, baik sipat santunan konsumtif maupun produktif”. Ujar Bahar.

Bahar mengatakan, lumbung Padi desa adalah mengumpul infaq padi setiap panen. Ini sudah jadi budaya yang  sudah lama berlangsung turun temurun sampai sekarang di rumah-rumah penduduk di Desa Rante Mario  Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

Basri S.Pd tokoh masyarakat desa Rante Mario menjelaskan, setiap orang panen padi menyumbang sesuai  kemampuan melalui lumbung padi yang berada di halaman masjid. Isi lumbung padi tersebut akan dikumpulkan  setiap panen menjadi stock padi di lumbung. Saat di butuhkan akan di jual untuk kegiatan-kegiatan sosial  maupun kemanusiaaan penduduk setempat.

“Caranya sederhana dan tidak memberatkan dengan hanya sesuai kemampuan dan berlaku bagi semua  penggarap sawah. Mereka secara sukarela menyisihkan hasil panennya setiap panen dengan niat sumbangan  sosial,” ujar Basri

Padi yang terkumpul bisa mencapai Rp 3 juta perpanen. Ia pun menceritakan, padi tersebut juga sudah sering  dipakai untuk kebutuhan masyarakatnya.

“Contohnya, setiap ada kegiatan sosial keagamaan bersama warga, juga ada terkena musibah kecelakaan.

Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang, Baharuddin, pun sangat mengapresiasi budaya desa  Rante mario “Itu sangat bagus. Artinya, dalam pikiran masyarakat sudah tertanam kesadaran untuk berzakat,”  pungkas Bahar.

Kami sangat bersyukur Desa Rante Mario ini termasuk desa yang di berkahi Allah SWT, betapa tidak, di saat  kampung tetangga dan daerah lainnya kekeringan air, desa ini berlimpah airnya.

“Di saat kampung lain tidak bisa menanam jagung karena kemarau jutsru warga desa kami semangat menanam  karena memburu musim paceklik, itu pasti mahal harga jagung karena tidak ada daerah lain panen atau gagal  panen karena kemarau. Kami ada pengairan yang di pakai menyiram tanaman jagung yang kami tanam saat  kemarau” ujar Papa Fatur salah seorang petani didesa Rante Mario. ( Sry)

Pos terkait