Ada Kegembiraan Millenial di JNE

  • Whatsapp
Ada Kegembiraan Millenial di JNE
VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi (kiri) dan Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti berbincang usai Konferensi Pers Kerja Sama GoPay dengan JNE di Jakarta, Selasa (13/8/2019) (jpnn)

Rifky (19) nampak begitu senang. Senyumnya sumringah. Dia merasa beruntung dapat menghemat biaya pengiriman melalui JNE.

Kegembiraan Rifky sangat beralasan. Dia dapat Cashback Rp5000 setelah membayar biaya pengiriman JNE menggunakan alat pembayaran digital GoPay.

Bacaan Lainnya

“Ya… Senang karen bisa sedikit menghemat. Apalagi kalau sering mengirim pasti lebih untung menggunakan GoPay atau OVO dibanding bayar cash,” ujarnya.

Rifky yang saat ini berstatus mahasiswa di Unhas mengaku tertolong dengan pembayaran digital.

“Kami kan anak kos. Biasanya orang tua membekali uang jajan via transfer bank. Cuma belakangan ini saya lebih senang kalau dikirimi gopay karena sudah banyak merchant yang menerima,” ujarnya.

Apalagi pertanggungjawaban penggunaan sistem pembayaran digital ini sangat mudah karena semua pembayaran akan di-email ke pengguna.

Khusus pengiriman, Rifky mengaku bisa mendapatkan keuntungan dengan adanya potongan pembayaran atau cashback.

“Saya kira untung ya. Karena dapat potongan. Artinya kalau kita bisnis online kan bisa dapat lagi dari situ,” tambahnya.

Dia saat ini berjualan pakaian yang ditawarkan via online. Dia reseller salah satu produk boxer.  Meski belum begitu besar, cuma dia mengaku rutin melakukan pemgiriman melalui JNE.

“Saya sudah percaya dengan JNE. Apalagi dengan adanya benefit tambahan seperti pembayaran digital ini,” tambahnya.

Terobosan ini sangat matching dengan gaya hidup anak millenial yang serba digital.

Presiden Direktur JNE,  M Feriadi dalam siaran persnya mengatakan, kerjasama dengan pembayaran digital ini merupakan bentuk nyata komitmen JNE untuk terus berinovasi agar dapat selalu memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital. Terus meluasnya transaksi non tunai juga seiring dengan perluasan jaringan JNE di seluruh nusantara.

GoPay merupakan platform uang elektronik pertama yang bisa digunakan sebagai salah satu opsi pembayaran di JNE. GoPay bisa dinikmati di semua titik layanan JNE di seluruh Indonesia. Saat ini, GoPay sudah bisa diterima di 420.000 rekan usaha, 90% di antaranya adalah UMKM.

Sementara itu VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan dalam siaran persnya mengatakan,  JNE selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan menjangkau semua kebutuhan pelanggan.

“Upaya ini kami lakukan melalui pengembangan inovasi, salah satunya dengan menghadirkan sistem pembayaran cashless atau digital payment. Sebagai langkah awal, kami menggandeng GoPay sebagai salah satu platform uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dengan kolaborasi ini, pelanggan JNE bisa melakukan transaksi untuk pengiriman paket menggunakan GoPay di semua titik layanan JNE yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Eri mengatakan, jangkauan JNE tersebut masih memiliki potensi yang besar untuk terus diperluas terutama dengan pertumbuhan pedagang online di Indonesia.

“Seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Direktur JNE, bahwa saat ini pertumbuhan industri logistik di tanah air mencapai 14,7% dan potensinya akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan bisnis online dan ekonomi digital. Pada tahun 2017 lalu saja, jumlah paket yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 800 juta paket dan sebagian besar diantaranya berasal dari bisnis yang dijalankan oleh pedagang online. Kami percaya bahwa dengan menghadirkan kemudahan pembayaran non tunai di layanan kami, potensi tersebut dapat semakin dimaksimalkan,“ imbuh Eri.

Sementara itu Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti mengatakan, ekonomi digital yang dijalankan oleh para pedagang online memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor logistik dan begitu pula sebaliknya, industri jasa logistik sangat membantu para pedagang online termasuk UMKM menjangkau pelanggan yang lebih luas.

“Sejalan dengan semangat kami untuk membantu memaksimalkan potensi UMKM, kami berharap kehadiran GoPay di semua kantor JNE di seluruh Indonesia bisa semakin memudahkan mereka dalam bertransaksi pengiriman barang sehingga mereka pun bisa meningkatkan skala bisnisnya dan para pelaku UMKM pun bisa semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya,“ katanya.

Laporan McKinsey memprediksi pada tahun 2022, pasar jual-beli online akan mengalami pertumbuhan sebesar delapan kali lipat dibandingkan tahun 2017, dan penjualan dari sektor jual-beli online diproyeksikan bisa mencapai USD 40 miliar. Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut di Indonesia adalah peningkatan partisipasi pelaku UMKM di pasar digital, menciptakan ekosistem di mana konsumen bisa memiliki lebih banyak pilihan produk serta opsi layanan pengiriman yang dapat diandalkan.

“Kami di GoPay selalu percaya bahwa melalui kolaborasi, kita bisa bersama-sama membangun ekosistem yang kuat dan memberikan dampak sosial ke masyarakat yang lebih luas. Dengan kerja sama GoPay dan JNE ini, kami berharap bahwa akan semakin banyak pelaku UMKM terutama pedagang online yang bisa merasakan manfaat pembayaran nontunai sehingga kedepannya perekonomian mereka pun juga ikut terbantu,“ ujar Ardelia.

Pelanggan JNE yang melakukan pembayaran menggunakan GoPay bisa menikmati promo cashback sebesar Rp 5.000. Selain itu, pada kesempatan yang sama, GoPay dan JNE juga mengadakan workshop bagi 20 UMKM yang merupakan anggota JNE Loyal Customers (JLC) serta 30 fashion blogger. Kegiatan tersebut menghadirkan Co-Founder Cotton Ink, Ria Sarwono di mana ia membagikan kisah suksesnya dalam menjalankan bisnis secara online.

Selain GoPay, JNE juga melakukan kolaborasi dengan platform pembayaran lainnya yakni OVO. Kedua platform ini memang yang terbanyak digunakan.

Direktur OVO, Harianto Gunawan, mengatakan, pihaknya percaya kolaborasi JNE dan OVO akan menjadi sinergi yang dapat meningkatkan kenyamanan semua pelanggan dalam mengirimkan paket.

JNE yang sudah berumur 29 tahun ini, telah mengemban amanah pengiriman lebih dari 20 juta paket pelanggan setiap bulan. Jumlah tersebut secara meningkat lebih dari 30% setiap tahun.  (aka)

Pos terkait