MAKASSAR CITY

Ratusan Warga Makassar Ikut Sosialisasi Advokasi dan KIE

MAKASSAR,UPEKS.co.id Ratusan warga kota Makassar mengikuti Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlangsung di lapangan tengah kantor BKKBN Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Minggu (29/9/2019).

Tampil pertama membawakan materi, yakni Kepala UPT KB Kecamatan Rappocini, A.Bode SE . MM yang menyampaikan bahwa program ini sangat penting untuk diedukasi ke masyarakat.

Agar dapat mewujudkan keluarga yang terencana.

Menurutnya, dampak tidak KB akan muncul kepadatan penduduk. Penerapan KB sangat terkait penerapan lapangan kerja.

Selanjutnya pemateri kedua, yakni Kabid Dalduk Dinas DPPKB Kota Makassar, Drs Ramli, M.Si mengungkapkan, saat ini kota Makassar memiliki 15 kecamatan dengan bertambahnya Kecamatan Kepulauan Sangkarrang pada tahun 2016 lalu.

“Sementara jumlah kelurahan, yakni 153 dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa,” ujar Ramli.

Ramli menambahkan, di kota Makassar saat ini terdapat 192 ribu Pasangan Usia Subur. 285 ribu Kepala Keluarga (KK) dan 136 ribu ikut KB.

KB merupakan keluarga berencana yang harus benar-benar direncanakan sejak lahir. Jadi pendekatan keluarga, program pengendalian penduduk berkaitan dengan stunting.

“Itu terjadi karena kurang perhatian, sehingga dalam pertumbuhan tidak berjalan mulus,” tandasnya.

Lanjut Ramli, pelayanan dan program KB harus kita sukseskan bersama, terutama saat ini terjadinya kepadatan penduduk yang menyebabkan lahan semakin sempit, kebutuhan semakin meningkat.

Sementara, Anggota Komisi IX DPR RI, Jalaluddin Akbar R, SH mengatakan, Keluarga Berencana tidak melarang punya anak, akan tetapi perlu ditinjau dari dampak yang dirasakan seperti, apabila keluarga tidak terencana berarti akan menambah jumlah populasi penduduk.

Menurutnya, program BKKBN pusat haru kita dukung bersama. Sebagai mitra kerja Komisi IX, Jalaluddin melakukan sosialisasi langsung dengan bertatap muka bersama warga kota Makassar.

“Segala sesuatu yang dilakukan dengan penuh perencanaan pasti hasilnya baik. Generasi baik bisa dilahirkan. Untuk itu mari kita bersama mencegah stanting. Kita harus memiliki cita-cita dan niat baik,” tandasnya.

Untuk itu, program miliki anak harus diatur dengan komunikasi antara suami dan istri.

“Mari kita dapat faedah dan manfaat dari hasil pertemuan ini,” kata anggota DPR yang berlatarbelakang pengacara ini.

Kabid Advokasi Pengarahan dan Informasi BKKBN Provinsi Sulsel, H. Amirullah Hamzah, SH mengatakan, pemerintah perlu mencegah stanting melalui BKKBn dengan cara tercipta kependudukan yang kuantitas dan berkualitas.

Menurutnya, pengendalian penduduk dimulai sejak sebelum lahir untuk menghasilkan keluarga berencana.

“Kualitas penduduk sangat penting dengan menyeimbangkan pembangunan keluarga,” tutupnya. (ris)

Loading...

#TRENDING

To Top