ANEKA

Pemkab Gowa Serahkan Dana Hibah ke KPU Dan Bawaslu

GOWA, UPEKS.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyerahkan dana hibah masing-masing  Rp12.018.430.000 kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa dan
Rp60.006.006.031 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa.

Masing-masing dana hibah yang diserahkan dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan dan pengawasan  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang di wilayah Kabupaten Gowa.

Penyerahan dana hibah tersebut dilakukan langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan kepada Ketua Bawaslu  Gowa Samsuar Saleh dan Ketua KPU Gowa Muhtar Muis pada Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah  Daerah (NPHD) Pemkab Gowa dengan Bawaslu dan KPU Kabupaten Gowa di Baruga Tinggi Mae, Rumah  Jabatan Bupati Gowa, Minggu (29/9/2019).

Bupati Adnan mengatakan, penyerahan dana hibah ini setelah dilakukannya pembahasan dan ekspose secara  bersama-sama antara Bawaslu, KPU dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sehingga ditemukan  anggaran yang disepakati dalam rangka menyelenggarakan pilkada di Kabupaten Gowa.

Dana hibah tersebut  tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

“Dengan anggaran ini kita harapkan dapat digunakan sesuai aturannya, sehingga penyelenggara pilkada di tahun  mendatang bisa berjalan dengan baik. Bahkan menjadi contoh bagi kabupaten/kota di Sulawesi Selatan,” katanya.

Menurutnya, suksesnya pelaksanaan pilkada bergantung pada bagaimana penyelenggaraan itu berjalan dengan  baik dan lancar serta sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada.

Sebab, penyelenggaraan yang baik akan melahirkan proses pemilihan yang baik dan pemilihan yang baik akan  menciptakan kepemimpinan yang baik, termasuk di Kabupaten Gowa.

“Saya juga berharap terjalin koordinasi yang baik antara Bawaslu, KPU bersama pemerintah daerah. Sehingga  betul-betul kita bisa menjalankan pemilihan kepala daerah di Gowa dengan lancar, aman dan damai,” ujarnya.

Bupati Adnan menegaskan, kesuksesan Pilkada bukan ditentukan pada berapa banyaknya anggaran yang  diberikan kepada masing-masing penyelenggara.

Tapi suksesnya penyelenggaraan pilkada bergantung dari  sumber daya manusianya, bagaimana mereka menjalankan sesuai peran dan fungsinya.

“Dengan anggaran ini kita juga bisa meningkatkan pencegahan-pencegahan melalui sosialisasi agar tidak terjadi  praktek-praktek penyelenggaraan yang tidak sesuai prosedur dan aturannya,” tegasnya.

Dengan adanya anggaran ini pula mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada 2020 mendatang. Pasalnya salah  satu ukuran keberhasilan pemilu dilihat dari besarnya angka partisipasi pemilihnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Gowa Samsuar Saleh mengungkapkan, penyerahan dana hibah ini berdasarkan  peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) 54 dan Keputusan Bawaslu RI tentang kebutuhan dana
pengawasan pada Pilkada 2020.

Anggaran hibah ini akan digunakan sepenuhnya untuk tahapan pengawasan pada proses Pilkada 2020 nanti.

“Dana ini akan kita maksimalkan untuk mengawal jalannya pemilihan Bupati Gowa tahun mendatang,” ungkapnya.

Adapun penggunaannya untuk menyukseskan seluruh sosialisasi tahapan pengawasan yang diselenggarakan  Bawaslu Gowa. Ada tujuh tahapan pengawasan yang akan dilakukan mulai dari pengawasan verifikasi faktual,  pengawasan daftar pemilihan tetap, pengawasan saat proses kampanye hingga lainnya.

Misalnya, untuk tahun ini pengawasan akan lebih difokuskan kepada aparatur sipil negara (ASN) di wilayah  Kabupaten Gowa, tujuannya agar mereka tidak terlibat banyak pada proses pilkada nantinya.

Sementara, Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menyampaikan apresiasinya atas penyerahan dana hibah ini dalam  rangka menyukseskan proses Pilkada di Kabupaten Gowa tahun mendatang.

“Kita bersyukur telah melakukan penandatanganan penyerahan hibah ini, apalagi penandatanganan ini lebih cepat  dari deadline yang disepakati yakni 1 Oktober 2019 mendatang,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi atas dana yang diberikan karena telah sesuai dengan kebutuhan proses Pilkada di  Kabupaten Gowa atau tidak jauh berbeda dari permohonan yang diserahkan KPU Gowa.

“Dana ini akan kami gunakan seefektif dan se efesien mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada,”  katanya.

Anggaran ini akan digunakan untuk seluruh kebutuhan dan tahapan pilkada yang sesuai mekanismenya. Dengan  anggaran ini pula ditargetkan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih yang merupakan harapan utama  Bupati Gowa pada proses Pilkada nantinya.

“Kita akan berupaya untuk dapat menggenjot partisipasi pemilih dengan menambah kreasi-kreasi sosialisasi  nantinya. Kita targetkan partisipasi pemilih pada pilkada nanti bisa lebih besar dari proses pemilu atau paling tidak  lebih tinggi dari target nasional yakni 77,5 persen, ” tegasnya.

Muhtar menjelaskan, terkait tahapan pelaksanaan pilkada telah dilaunching sejak 23 September 2019 lalu secara  nasional.

Sementara di Kabupaten Gowa akan dimulai dengan proses sosialisasi untuk pengajuan bakal calon  perseorangan pada pertengahan Oktober 2019 mendatang.

Lanjutnya, sementara proses pendaftaran calon perseorangan akan dilakukan pada Desember 2019, sedangkan  pendaftaran calon secara resmi akan dilakukan pada Juni 2020 mendatang. (sofyan).

Loading...

#TRENDING

To Top