NASIONAL

Mendikbud Hadiri Peringatan HAI di Lapangan Karebosi Makassar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat nasional yang berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi Makassar dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendi, Sabtu (7/8).

HAI yang diperingati di Makassar ini mengusung tema “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat”. Tema ini diambil sebagai representatif dari bangsa Indonesia.

“Tema ini berangkat dari keberagaman masyarakat Indonesia yang memiliki lebih dari 1.500 suku bangsa dan lebih dari 1.000 bahasa daerah dan bahasa minor keragaman budaya ini merupakan aset bangsa Indonesia yang harus kita pelihara dan kita kembangkan sebagai wahana bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat,” kata Muhajir saat memberikan sambutan.

Menurutnya, saat ini sudah sekitar 98 persen masyarakat Indonesia memiliki kemampuan membaca yang baik. Berbeda dengan masa awal kemerdekaan Indonesia.

“Alhamdulillah, sekarang Indonesia sudah mencapai tingkat literasi yang sangat tinggi karena sudah diatas 98 persen dan sisa 1 persen lebih sedikit. Padahal pada awal kemerdekaan pada saat bung Karno mencanangkan pemberantasan buta huruf, kondisi Indonesia 97 persen penduduknya dalam keadaan buta aksara. Kemudian tahun 1974, Presiden Soeharto mencanangkan SD Inpres besar-besaran sebetulnya adalah juga untuk menuntaskan buta aksara itu yang  peranan SD Inpres luar biasa saat itu,” tandasnya.

Mendikbud juga menghimbau pemerintah daerah (Pemda) serta pendidik untuk meningkatkan peranan pendidikan dasar dalam menyambut industrilialisasi 4.0. Dimana generasi emas yang cerdas dibutuhkan pada era ini.

Dirjen PAUD dan Dikmas, H.Iskandar saat memberikan sambutan mengatakan, tujuan peringatan ini tidak lain untuk memeperkuat komitmen dan mendukung UNESCO dalam melakukan aksi nyata dalam penuntasan buta aksara.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengatakan, persoalan buta aksara di dunia, khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan hal yang terpenting untuk diberantas, untuk itu dibutuhkan komitmen bersama dalam membebaskan buta aksara.

“Mari kita sama-sama mengambil peran dalam mengentaskan buta aksara di daerah kita yang dimulai dari keluarga,” tandasnya.

Hadir bersama Mendikbud, Muhajir Effendy, yakni perwakilan UNESCO Jakarta, Komisi X DPR RI , Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Bunda PAUD Sulsel, Liestiyati F. Nurdin, kepala UPT Pusat Ditjen PAUD, H. Iskandar, Bupati/walikota se-Sulsel, dan undangan lainnya. (ris)

Loading...

#TRENDING

To Top