Wisata Halal Sulsel Jadi Destinasi Unggulan

  • Whatsapp

MAKASSAR,UPEKS.co.id– Pertumbuhan pariwisata halal di Indonesia terus menggeliat. Dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sektor wisata muslim freadnliy ini menjadi magnet destinasi andalan.

Melihat perkembangan yang semakin pesat, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel turut mengembangkan sektor wisata halal dengan mengadakan sosialisasi wisata halal “Menuju Usaha Pariwisata Ramah Muslim” di Hotel Almadera, Jl Somba Opu, Rabu 7 Agustus 2019.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Denny Irawan Saardi mengatakan, tujuan sosialisasi untuk memberikan pemahaman terkait wisata halal, serta mendorong percepatan pengembangan wisata halal yang ada di Sulsel.

“Berdasarkan hasil riset Global Muslim Travel Indeks (GMTI), Indonesia menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia sejajar dengan Malaysia dan Sulsel termasuk salah satu dari 10 destinasi halal unggulan Indonesia,” ungkapnya.

GMTI lanjut Denny, ada tiga kriteria dan 11 indikator wisata halal, seperti diseninasi ramah keluarga, layanan dan fasilitas ramah muslim, dan kesadaran akan produk wisata halal. Kriteria tersebut meliputi pelayanan hotel harus menyajikan makanan atau minuman yang tidak mengandung alkohol. Memiliki label halal. Fasilitas kolam renang, spa, restoran dikemas secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.

“Selain itu, penyedia jasa transportasi juga wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam melaksanakan ibadah selama perjalanan. Pemandu wisata juga harus bisa menyesuaikan pakaian dan menjaga perilaku,” jelasnya.

Wisata halal kata Denny tidak hanya soal kuliner dan fasilitas, tapi berkaitan dengan sertifikasi halal bagi industri yang berhubungan dengan pariwisata. Ini sebagai bukti legalitas kehalalan bagi industri dan rumah makan.

Produk halal ini sudah dijamin sesuai Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Jika diimplementasikan lebel halal menjadi wajib. Produk yang masuk ke Indonesia harus jelas kehalalannya, kecuali produk yang murni non halal. Dengan peraturan ini akan membantu Indonesia menajdi pusat wisata halal dunia.

Berdasarkan data dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hanya ada lima hotel dari 10 hotel yang tersertifikasi halal. Seperti Hotel Pesonna, Aston, Claro, Dalton, Almadera dan restoran yang telah tersertifikasi halal adalah GeraiFranchise KFC, MCD, dan Steak n Shake. (ris)