Umat Muslim Kecamatan Wotu Shalat Idul Adha di Lapangan Gaswo

  • Whatsapp

Umat Muslim Kecamatan Wotu Shalat Idul Adha di Lapangan Gaswo

LUTIM.UPEKS.co.id—Ribuan Umat Muslim Kecamatan Wotu, Shalat Idul Adha 1440 H di lapangan sepakbola  Gaswo Wotu, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Minggu (11/08/2019).

Bacaan Lainnya

Bertindak sebagai Imam Shalat Idul Adha 1440 H kali ini, Ustadz Abduzihab Al Khafiz, S.Pdi. Sementara untuk khotib adalah Ustadz Mustakim, S.Pdi. M. Ag.

Camat Wotu, Irawan Ali membacakan sambutan seragam Bupati Luwu Timur yang mengatakan, ketika umat Islam  di negeri ini menjalankan shalat Idul Adha dan berqurban, saudara-saudara kita kaum Muslimin sedunia sedang  menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci.

“Mampu melaksanakan Rukun Islam yang kelima ini memiliki artian siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki  sebagai wujud syukur atas nikmat harta dan kesehatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Irawan  dalam sambutan Bupati Luwu Timur.

Namun, lanjut Irawan, yang paling prinsip dan mendasar dari pelaksanaan ibadah itu, harus dilandasi dengan spirit  keikhlasan, sebab keikhlasan merupakan salah satu kunci untuk memperoleh ridha Allah SWT.

“Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan, maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sia- sia,” kata Irawan Ali.

Sebelumnya, Pengurus PHBI Kecamatan Wotu melaporkan bahwa, tahun ini jumlah sapi yang akan diqurbankan  sebanyak 60 ekor, sedangkan kambing berjumlah 22 ekor.

“Alhamdulillah, jumlah sapi yang akan di qurbankan tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya yang hanya 40  ekor saja,” tutupnya.

Ustadz Mustakim, S.Pdi. M. Ag. yang bertindak sebagai Khatib dalam tau’ziyahnya mengajak para jamaah agar  senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dan memperbanyak amal ibadah. Ia pun mengajak masyarakat untuk  saling berbagi, mensedekahkan sedikit rejekinya untuk berbagi ke sesama yang membutuhkan, dan jangan  memutuskan tali silaturahmi.

“Mari manfaatkan momentum Idul Adha ini untuk memperbaiki diri, menjalin silaturahmi ke keluarga, kita datangi  rumahnya, saling maaf-memaafkan, karena Allah SWT sangat membenci jika ada hamba-Nya yang saling  membenci,” pesan Ust. Mustakim. (citizen report).

Pos terkait