Pembina Unimerz Dr Alimuddin: Jangan Keluar Kampus Tanpa Berhasil

  • Whatsapp

Pembina Unimerz Dr Alimuddin: Jangan Keluar Kampus Tanpa Berhasil

MAKASSAR-UPEKS.co.id—Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Megarezky Makassar, Alimuddin meminta
kepada mahasiswa baru untuk tidak keluar dari kampus Universitas Mega Rezky (Unimerz) tanpa berhasil.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Alimuddin sewaktu menghadiri kegiatan Character Building Program (CBP) di Unimerz, Senin
(19/8/2019).

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama empat hari yakni 19-22 Agustus 2019 tersebut mengangkat tema “SDM  berkarakter, pilar bangsa kokoh”.

Dalam sambutannya, Alimuddin memberi semangat kepada 1.342 mahasiswa baru yang diterima tahun ajaran
2019/2020. Ia menyatakan kepada peserta, bahwa memilih masa depan yang baik dimulai dari memilih program  studi yang tepat. Untuk itu ia mengajak

“Program studi sudah menjadi pilihan, tentu memilih program studi telah dipertimbangkan secara matang, sehingga  memilih program studi itu sama dengan memilih masa depan,” ucapnya.

Ia mengingatkan, jangan pernah memilih program studi karena hanya ikut-ikutan saja. Hal itu jelas, kata Alimuddin,
akan mempengaruhi semangat mahasiswa dalam menempuh program studi yang mereka pilih.

“Dengan memilih program studi sama dengan memilih masa depan, jangan sampai salah, berarti salah memilih  masa depan,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan dalam sambutannya, ia juga memuji panitia pelaksana dengan mengutamakan pendidikan
karakter kebangsaan. Hal itu, menurut memang sangat diperlukan. Sebab, pendaftar saat ini di Unimerz datang
dari beragam daerah di Indonesia.

“Saya tentu sangat berterima kasih kepada panitia karena mengajarkan pendidikan karakter kebangsaan,  sebelumnya hanya terkait dengan pembangunan karakter kemudian pengenalan program studi, hari ini semakin  luas,” ucapnya.

“Materi pengenalan membangun karakter yang di dalamnya materi wawasan kebangsaan adalah sesuatu yang  perlu dilakukan karena tentu kita tidak ingin paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,”  tutupnya.(rls)

Pos terkait