Kaji Ruang Publik Alternatif di Solo Antar Dosen STT Intim Makassar Raih Doktor di UNM

  • Whatsapp

Kaji Ruang Publik Alternatif di Solo Antar Dosen STT Intim Makassar Raih Doktor di UNM

Makassar, Upeks.co.id–Revolusi teknologi informasi dan komunikasi (ICTs) berbasis web 2.0 serta akselerasi industri 4.0 dengan efek deskruptif dan limpahan peluang berinovasi.

Bacaan Lainnya

Sistem keterbukaan melalui implementasi tata kelola pemerintahan berbasis pemanfaatan teknologi ICTs (4.0), khususnya varian web 2.0 berkontribusi bagi penguatan tata kelola pemerintahan dan pemoderenan administrasi negara/publik.

Hal ini mendasari riset disertasi Bartholomius Padatu yang berjudul “Ruang Publik Alternatif Media Sosial dan Model Pembuatan Kebijakan Publik Berbasis Pendekatan G 2.0” yang dipertahankan pada sidang ujian promosi meraih gelar doktor ilmu administrasi publik, Selasa (13/8) di Aula PPs UNM.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof.Dr.Anshari,M.Hum., anggota: Prof.Dr.Haedar Akib,M.Si., Prof.Dr.Rifdan,M.Si., Prof.Dr.Manan Sailan,M.Hum., Prof.Dr.Fakhri Kahar,M.Si., Dr.Muhammad Guntur,M.Si., dan Dr.Hernawan,M.S.

Dosen STT Intim Makassar memilih lokus di Pemda Solo dengan metode grounded research berbasis cyber etnografi. Objek kajian ruang publik media sosial facebook.

Temuan riset ini, pertama, masih terjadi gap pengguna media sosial lebih didominasi pegawai kategori muda. Platform media sosial masih sebatas hiburan, belum diterima sebagai sarana formal komunikasi kebijakan.

Kedua, masyarakat memilih media sosial sebagai ruang kultural sembari membincangkan kinerja pemerintah. Ruang media sosial menjadi ruang publik alternatif dalam merumuskan kebijakan 2.0 (Gradasi Kebijakan).

Bartholomius Padatu dinyatakan lulus dengan IPK 3,68 atau predikat kelulusan sangat memuaskan Dia tercatat sebagai alumni ke-802 PPs UNM dan ke-308 Prodi Ilmu Administrasi Publik.

Prof.Dr.Anshari,M.Hum. selaku kopromotor mengapresiasi kinerja unggul dan cerdas dari promovendus. Sebagai penulis produktif, dia sangat mumpuni dalam meriset fenomena di era diskruptif. Gagasan risetnya sangat kekinian.(rls)

Pos terkait