SULBAR - SULTRA

Ahli Waris Pemilik Lahan Pembangunan Pasar Campalagian Polman Pertanyakan Kinerja Penyidik Polda

POLMAN,UPEKS.co.id— Penerbitan surat tanah di lokasi pembangunan Pasar Campalagian Kabupaten Polman yang kasusnya telah masuk di Polda Sulsel sejak September 2013 lalu.

Namun sampai saat ini, kasus tersebut tidak menemui titik kejelasan dan terindikasi adanya aroma kongkalikong.

Aroma itu muncul ketika penanganan kasus yang ditangani oleh pihak penyidik Ditkrimum Polda Sulsel dilimpahkan ke pihak Polda Sulbar dengan alasan lokus kejadian.

Dalam pelimpahan itu, beberapa berita acara penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh Polda Sulsel hilang entah kemana.

Hal tersebut diperkuat kembali dengan penurunan status hukum kasus itu, dimana saat ditangani oleh pihak Polda Sulselbar statusnya diturunkan oleh pihak Polda Sulbar menjadi tahap Penyelidikan.

“Padahal saat ditangani oleh Polda Sulsel, kasusnya telah masuk dalam tahap penyidikan dan telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Muhammad Natsir yang pada saat itu menjabat sebagai sekda Polewali Mandar dan Muhamad Amujib yang menjabat sebagi staf,” ujar Syahrul yang merupakan Ahli Waris sekaligus Saksi Pelapor, Rabu (14/8/19).

Status penetapan tersangka, kata Syahrul termuat dalam surat Ditkrimum terkait pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan kepada saksi pelapor pada tanggal 19 November 2016.

Karena keanehan itu, saksi pelapor kemudian menyurat kepada pihak Mabes Polri terkait dugaan penyalahan kode etik yang dilakukan oleh pihak penyidik.

“Kemudian Mabes Polri melakukan audit dan telah melayangkan surat kepada tim penyidik, namun seperti kita ketahui kasus ini belum menemui titik kejelasan,” katanya.

Bahkan, informasi yang dia dapat dari pihak penyidik, kasus ini telah dihentikan.

“Saya hubungi penyidik, katanya kasusnya sudah di SP3 kan. Inikan aneh,” tambahnya.

Padahal, berdasarkan surat pemanggilan klarifikasi kepada pelapor yang dilayangkan Polda Sulbar, jelas-jelas tertuang status hukumnya masih pada tahap penyelidikan.

“Saya juga bingung, saya rasa ini ada aktor yang bermain, sangat terstruktur dan masif, bayangkan satu kasus, sudah naik ketahap penyidikan, kemudian diturunkan ketahap penyelidikan, lalu di SP3kan,” jelasnya.

Untuk Itu, Syahrul meminta rasa keadilan kepada penegak hukum, khususnya Mabes Polri untuk serius menangani kasus ini.

“Sebab banyak masyarakat yang dirugikan akibat kejadian ini, kasihan masyarakat,” tutupnya. (ris)

Loading...

#TRENDING

To Top