Tekan Angka Stunting, Dinkes Enrekang Sosialisasi Program Sanitasi

  • Whatsapp

Tekan Angka Stunting, Dinkes Enrekang Sosialisasi Program Sanitasi

ENREKANG, UPEKS.co.id — Wakil Bupati Asman, SE menekankan agar masyarakat membiasakan diri selalu  berperilaku hidup sehat. Meski disadari tidak semudah yang dibayangkan untuk bisa merubah minset masyarakat tentang pentingnya menerapkan kebiasaan pola hidup sehat, namun Wabup meminta Dinas terkait tak pernah  berhenti kampanyekan seruan tersebut hingga apa yang diinginkan bisa tercapai.

Bacaan Lainnya

Demikian Asman saat membuka Sosialisasi Pertemuan akselerasi program sanitasi Total berbasis masyarakat  dalam upaya penanganan stunting melalui akses sanitasi yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan  Kabupaten Enrekang, Rabu (17/7/2019).

Ia mengatakan, Lurah, Kades dan seluruh Instansi terkait harus ambil bagian dalam upaya membangun  kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang hajat disembarang tempat dengan menyediakan Jamban  keluarga dimasing – masing rumah tangga.

” Karena masyarakat harus menyadari bahwa kalau masih ada perilaku tidak sehat dalam satu komunitas warga  maka efeknya akan berimbas kepada orang yang sudah mulai menerapkan pola hidup sehat itu”. Kata Wabup.

Wabup menekankan semua Kades harus berbasis data dalam menjalankan program tersebut agar mudah  mendapatkan jumlah sesungguhnya berapa masyarakat disetiap desa yang belum memiliki jamban keluarga.

Dia meminta agar para Kepala desa melakukan pendekatan untuk memberikan penjelasan sehingga mudah  dipahami oleh masyarakat.

Ditempat yang sama Plt Kadis Kesehatan Enrekang Sutrisno meminta partisipasi aktif Kepala Desa. Sehingga tidak  ada lagi masyarakat yang membuang tinjanya sembarang tempat.

” Jadi ini setidaknya dibuatkan semacam Perdes atau Keputusan Desa dengan mencantumkan tiga alternatif, yaitu  jamban permanen, semi permanen atau biasa. Intinya adalah bagaimana agar tinja masyarakat tertampung  dululah, jadi kita buatkan dulu jamban sangat sederhana yang tidak memakan biaya agar jika buang air  masyarakat sudah ada tempatnya, jadi tidak lagi berserakan dimana – mana”. Kata Sutrisno.

Upaya ini sangat erat hubungan dengan pencegahan stunting yang menjadi isu serius di Enrekang. Karena  stunting itu disebabkan oleh dua faktor yaitu interfensi Spesifik dan interfensi Sensitive.

” Intervensi sensitive ini adalah kesehatan lingkungan termasuk air bersih dan jamban. Mungkin saja stunting di  Enrekang disebabkan karena intervensi sensitive, karena adanya pencemaran dan terinfeksi tinja” ungkap  Sutrisno.

Ia mengatakan jika dilihat dari segi interfensi spesifik, Enrekang memiliki sumber gizi yang luar biasa, di Enrekang  semua jenis sayur, buah, ikan air tawar dan hewan ternak bisa didapatkan.

Untuk itu Dinas Kesehatan bersama OPD lingkup Pemkab Enrekang akan berupaya melakukan program tersebut  sebagai salah satu upaya menurunkan angka Stunting di Enrekang. ( Sry)

Pos terkait