Patma, Berjuang Raih Tiket Tingkat Nasional Sebagai Penyuluh Teladan

  • Whatsapp

 

Patma, Berjuang Raih Tiket Tingkat Nasional Sebagai Penyuluh Teladan
BERJUANG. Patmawati bersama Bupati Enrekang, Drs. H. Muslimin Bando, M. Pd.(foto: Sry/Upeks)

ENREKANG,UPEKS.co.id — Satu lagi perempuan Massenrempulu yang mengharumkan nama Enrekang. Dia adalah Patmawati, S. Ag, Penyuluh Agama Islam Ahli Muda.

Bacaan Lainnya

Patma yang kelahiran Pakewa kecamatan Masalle 19 Oktober 1977 ini, mewakili Kabupaten Enrekang dalam
lomba Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi dan saat ini Patma sudah masuk tiga besar bersama  Kabupaten Soppeng dan Kodya Makassar.

Lomba tersebut berlangsung Travellers Hotel Phinisi selama tiga hari, 3 – 5 Juli 2019. Tanggal 18/7/2019 Tim  kemudian turun langsung ke Kabupaten Enrekang untuk mencocokkan data yang sudah dipresentasikan melalui  tulisan karya ilmiah dengan fakta yang ada di lapangan.

” Lomba yang saya ikuti adalah pemilihan penyuluh teladan Tngkat Provinsi Sulsel dan sudah memasuki 3 besar  provinsi bersama penyuluh agama Islam dari Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar, sebelum mewakili  Enrekang ke provinsi saya sudah melalui seleksi di Tingkat Kabupaten dan menyisihkan 16 orang penyuluh agama
Islam yang juga ikut seleksi”. Kata Patma.

Patma mengatakan tema yang dia angkat adalah Peran Penyuluh Agama Islam dalam rangka pemberdayaan  ekonomi keluarga melalui usaha bawang goreng di majelis Ta’lim Ummu Musnid Kecok, Kelurahan Kambiolangi,  Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang.

Kini Ibu dua orang anak ini telah masuk 3 besar Tingkat Provinsi Sulsel dan selanjutnya akan memperebutkan tiket  ke Tingkat Nasional untuk mewakili Sulawesi Selatan di Jakarta bulan Agustus 2019 mendatang.

” Garis besar tema yang saya bawakan adalah, bagaimana penyuluh agama bisa berperan sebagai motivator,  fasilitator dan advokator dalam rangka meningkatkan perekonomi keluarga melalui pemberdayaan ekonomi”.  Pungkas Patma.

Patma mengungkapkan isi makalahnya adalah bagaimana kontribusi penyuluh agama dan kontribusi Majelis taklim
sebagai sebuah lembaga resmi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi  pada usaha kelompok bawang goreng, faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi pada usaha  tersebut.

Sementara itu Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin bando, M. Pd sangat mengapresiasi materi yang angkat Patma.  Bupati mengatakan kalau ada lagi penyuluh agama yang mau berkiprah memikirkan masalah perekonomian akan  diberikan bantuan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para penyuluh – penyuluh Agama yang ada di  Kabupaten Enrekang. ( Sry).

Pos terkait