Mahasiswa Pertanyakan Keseriusan Kejari Tangani Kasus IPAL

  • Whatsapp

Mahasiswa Pertanyakan Keseriusan Kejari Tangani Kasus IPAL

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Puluhan mahasiswa dari penggiat korupsi Celebes Law And Transparency (CLAT), melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor  Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Jl Amanagappa, Selasa (2/7/19).

Bacaan Lainnya

Mereka demo  di kantor penegak hukum tersebut, pertanyakan keseriusan Kejari Makassar dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek  Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kota Makassar.

Koordinator Lapangan aksi, Agustiamal Arsyad dalam orasinya mengatakan, Kejari Makassar yang menangani kasus dugaan korupsi proyek pematangan lahan
dan pemagaran lokasi IPAL, terkesan jalan di tempat.

Apalagi kata Arsyad, proyek pematangan lahan dan pemagaran tersebut, telah menghabiskan anggaran APBD Kota Makassar tahun 2016-2017 sebesar Rp8 M
Dari belasan miliar total anggaran itu, dikucurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

Lahan tersebut, rencananya dipersiapkan dan akan diperuntukkan sebagai lokasi proyek pembangunan IPAL. Namun faktanya rencana persiapan lahan IPAL
tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan Pemkot Makassar.

“Bahkan mulai dari persoalan sengketa lahan hingga tak tuntasnya pengerjaan pematangan lahan dan pemagaran di lokasi tersebut, ” kata Irvan.

Olehnya itu, pihaknya mendesak Kejari Makassar untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tersebut. Kejari juga diminta untuk tetap profesional dan
tidak mudah diintervensi oleh pihak manapun dalam penanganan kasus korupsi itu.

“Kami juga mendesak Kejari Makassar untuk segera menetapkan tersangka pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi proyek pematangan dan pemagaran
lahan Ipal kota Makassar, ” tegas Arsyad.

Aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa tersebut, diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Makassar, Andi Mujahida dan Kasi Intel Kejari Makassar, Ivan Nusu.

Kasi Pidsus Kejari Makassar, Andi Mujahida saat menemui pengunjukrasa mengatakan, apa yang menjadi masukan saat orasi tersebut, pihaknya akan
menjadikan tambahan informasi bagi tim penyidik untuk menggali informasi tersebut.

“Silahkan untuk memberikan masukan lagi kalau menurut adek-adek apa yang sudah dilakukan penyidik ini kesannya jalan ditempat. Tapi menurut kami
penyidik sudah bekerja secara profesional, “kata Mijahida.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Makassar, Ivan Nusu menambahkan, jadi intinya bahwa penanganan perkara ini masih tetap berlanjut. Bahkan lebih didalami lagi
dengan menggailnya empat orang saksi.

“Beberapa saksi sudah diperiksa dalam kasus itu. Dengan dipanggilnya saksi itu untuk mengetahui apakah ada tindaknya tindak pidana dalam kasus itu, ”
tambahnya.

Diketahui, saat ini di lokasi proyek itu terlihat tumpukan dan timbunan material jenis Sirtu (Pasir Batu) yang tak digunakan. Serta sisa bongkaran pagar beton.
Berdasarkan hasil perhitungan ahli teknik, ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp5 miliar lebih.(Jay)

Pos terkait