KPU Enrekang Buka Empat Kotak Suara

  • Whatsapp
KPU Enrekang Buka Empat Kotak Suara

ENREKANG, UPEKS.co.id — Komisi Pemilihan Umum ( KPU)  Enrekang membuka empat kotak suara dari dua Kecamatan Alla dan Masalle.

 

Bacaan Lainnya

Masing – masing Kotak Suara tersebut adalah berasal dari TPS 0012, Lingkungan Belajen Utara, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, TPS 008 Kelurahan Buntu Sugi,  Kecamatan Alla,TPS 001 Dusun Kaban, Desa Batu Ke’de, Kecamatan Masalle dan TPS 004 Dusun Tirowali 2, Desa Tongkonan Basse, Kecamatan Masalle.Pembukaan empat Kotak Suara hasil Pemilu 2019 ini berlangsung digedung Natiro Mata, Minggu (30/6/2019).

Disaksikan oleh Kepolisian, Bawaslu dan 7 Parpol yakni Golkar, PAN, PDIP, NasDem, PSI, Perindo dan Garuda.Ketua KPU Enrekang Haslipa mengatakan, pembukaan kota suara tersebut adalah untuk mengambil dokumen C1 Plano, C1 Hologram dan lampirannya jika itupun diminta untuk keperluan Perselisihan hasil pemilihan Umum ( PHPU) di Mahkama Konstitusi.

 

” Jadi hari ini kita bersama – sama akan membuka empat kotak suara yang dipermasalahkan dan ini sudah sesuai dengan PKPU no 4 pasal 95 tentang mengambil dokumen dalam kotak untuk keperluan perselisihan hasil Pemilu”. Kata Haslipa.

 

Ditempat yang sama, Suardi Mardua dari Bawaslu Kabupaten Enrekang mengatakan pembukaan kotak suara sesuai aturan tidak ada masalah sepanjang itu sesuai dengan aturan.

 

” Yang dibuka adalah kotak suara yang bermasalah, sebagai alat bukti di MK nanti dan itu memang memungkinkan dibuka pada hal – hal yang memang dipersoalkan dalam sengkata Pilkada”. Kata Suardi.

 

Ketua KPU Enrekang  mengatakan dokumen C1plano, C1 Hologram dan lampirannya dalam waktu dekat akan dibawa ke Mahkama Konstitusi untuk kebutuhan alat bukti.

 

Haslipa mengakui belum tahu pasti apakah MK akan melanjutkan proses ini atau tidak.Perlu diketahui bahwa beberapa bulan lalu pasca penghitungan suara ditingkat Kecamatan salah satu Politisi yang juga Caleg Dari Dapil 3 Partai Hanura Ir. Mule mempermasalahkan hasil penghitungan suara diempat TPS yang disinyalir merugikan dirinya dan kasus tersebut berlanjut hingga ke Mahkama Konstitusi.

 

Sebagai penyelenggara Haslipa ingin menunjukkan seperti apa kerja – kerja KPU selama ini dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk melakukan kritikan yang sifatnya membangun bukan menjatuhkan.

 

” Kita ingin memperlihatkan kerja – kerja kita selama ini sebagai penyelenggara. Bahwa apa yang kita lakukan terbuka, disaksikan oleh semua kalangan dan jika ada kerja – kerja kami yang dianggap salah dan melanggar kamipun siap menerima saran, teguran dan kritikan”. Pungkas Haslipa yang sudah dua periode berada di KPU Enrekang ini. ( Sry).

Pos terkait