Industri Kuliner Makassar Manfaatkan Layanan Payroll Muamalat

  • Whatsapp

Industri Kuliner Makassar Manfaatkan Layanan Payroll Muamalat

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Sejumlah pelaku industri kuliner tradisional di Kota Makassar telah memanfaatkan
layanan pengelolaan gaji yang disediakan Bank Muamalat seiring dengan kian meningkatnya kepercayaan  terhadap layanan perbankan berbasis syariah di kota tersebut.

Bacaan Lainnya

Pemimpin Bank Muamalat Regional Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) Ahmad S. Ilham mengatakan  layanan pengelolaan gaji atau payroll yang dimiliki perseroan terus mencatatkan tren peningkatan dan mencakup  seluruh segmen ritel, termasuk pelaku industri kuliner atau rumah makan.

Khusus untuk industri kuliner khas Makassar yang masuk dalam portofolio layanan payroll Muamalat Sulampua,  diantaranya Rumah Makan (RM) Coto Gagak serta RM Mas Daeng yang selama ini dikenal sebagai destinasi  kuliner favorit di Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, pembayaran gaji melalui Muamalat makin mendapatkan kepercayaan dari lintas segmen. Tidak  hanya yang bersifat kelembagaan seperti pemda, BUMN, perguruan tinggi, perusahaan swasta, tetapi juga  segmen ritel seperti pelaku industri kuliner sudah mempercayakan payroll-nya lewat Muamalat,” papar pria yang  kerap disapa Ilo, dalam keterangan resminya, Jumat (19/7/2019).

Untuk selanjutnya, papar dia, masih terdapat sejumlah pelaku usaha berbagai klasifikasi di Makassar yang telah  menjajaki jalinan kerjasama payroll dengan Bank Muamalat, di mana bakal dikombinasikan dengan produk  tabungan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Ilo mencontohkan, payroll yang terjalin dengan Coto Gagak maupun Mas Daeng itu dikoneksikan dengan produk  tabungan syariah Muamalat, sehingga bisa digunakan karyawan untuk melakukan transaksi keuangan hingga  perencanaan umrah maupun haji, serta beragam kebutuhan fundamental lainnya.

Secara bisnis, kepercayaan publik untuk pengelolaan gaji dengan skema perbankan syariah diakui menjadi salah  satu penyokong pertumbuhan DPK Muamalat Sulampua terutama dana murah (CASA) sehingga mencatatkan  kinerja atraktif dari waktu ke waktu.

“Pengelolaan gaji ASN dengan jalinan kerjasama pemda di Sulampua juga terus berjalan, korporasi swasta  maupun milik pemerintah. Sedangkan untuk segmen industri skala kecil menengah, sepeti rumah makan dan  sebagainya, juga akan terus bertambah kedepannya, InsyaAllah,” tutur Ilo.

Secara umum, langkah yang dilakukan Muamalat itu menjadi manifestasi dari dorongan Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) Sulampua agar perbankan syariah lebih aktif melakukan terobosan agar bisa menarik lebih kepercayaan  publik untuk pelayanan kebutuhan perbankan.

Hal tersebut diharapkan menjadi stimulus pada sisi daya ungkit perbankan syariah mendapatkan pangsa lebih besar dan menekan gap dengan konvensional.

Sebagai gambaran, market share perbankan syariah khusus di Sulsel masih sebesar 5,40% ekuivalen Rp7,9 triliun per April 2019.

Artinya, kalau dilihat dari sisi market share tersebut, kinerja perbankan syariah masih sangat timpang jika dibanding  dengan raihan bank konvensional, di mana pada periode April 2019 mencatatkan aset sebesar Rp139,13 triliun.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi, mengatakan market share syariah masih berkutat di angka satu digit karena masyarakat masih terpatri dengan sistem konvensional, apalagi perbankan syariah memang baru dikembangkan belakangan.

“Tentunya sosialisasi kepada masyarakat perlu terus kita genjot,” terangnya. (hry).

Pos terkait