Demo, Mahasiswa Minta Kejati Adili Mantan Kadis PU Pinrang

  • Whatsapp

Demo, Mahasiswa Minta Kejati Adili Mantan Kadis PU Pinrang

MAKASSAR, UPEKS.co.id —Puluhan mahasiswa dari Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura), melakukan aksi
unjukrasa terkait kasus ambruknya jembatan Bamba Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Desember 2011
lalu.

Bacaan Lainnya

Aksi unjukrasa mahasiswa tersebut, diterima Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi  (Kejati) Sulsel, Salahuddin, di bawah jembatan Fly Over, Senin (22/7/19).

Demo yang dilakukan mahasiswa itu, meminta Kejati Sulsel untuk mengadili dan penjarakan mantan Kadis PU,  Suardi Saleh yang kini menjabat Bupati Barru. Dia dinilai sangat berperan penting dalam dugaan korupsi tersebut  yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pinrang.

“Kami meminta agar Bupati Barru diseret dalam kasus itu. Karena pada saat proyek itu dikerjakan, Bupati Barru
menjabat sebagai Kepala Dinas PU Pinrang dan tentu keterlibatannya ada, ” tegas Jenderal Lapangan aksi,
Bimbing.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi
itu sudah ada dua terpidana yang sudah dieksekusi. Terkait permintaan mahasiswa untuk menyeret Bupati Barru,
tentu akan dipelajari dulu.

“Bupati Barru memang saat itu menjabat Kadis PU Pinrang dan proyek itu berjalan pada saat menjabat. Setelah  saya pelajari dari aspirasi mahasiswa, tuntutannya sudah ditangani di Kejari Pinrang, ” kata Salahuddin.

Salahuddin menerangkan, bedasarkan hasil putusan Kasasi MA yang turun pada tahun 2016 lalu, terpidana Ir.  Gamri dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan telah dieksekusi Kejari Pinrang.

“Sedang untuk terpidana H Muhammad Zain alias H Laulu, putusan Kasasi MA, baru turun di pertengahan tahun  2018 ini dengan vonis 7 tahun penjara, ” terang Salahuddin saat menerima aspirasi mahasiswa tersebut.

Diketahui, 2011 lalu Pemerintah Kabupaten Pinrang meluncurkan proyek pembangunan Jembatan Bamba,
Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

Proyek Pembangunan Jembatan Bamba dimaksudkan sebagai pengganti jembatan Bamba yang dibangun masa pemerintahan Bupati Pinrang US. Anwar tahun 1992 dan ambruk diterjang banjir pada tahun 2010 dengan  usia sekitar 18 tahun.

Kemudian proyek Jembatan Bamba yang menelan anggaran sebesar Rp. 2,4 Miliar tersebut dimenangkan oleh H.
Muhammad Zain alias H Laulu selaku rekanan.

Namun, sayang proyek jembatan yang merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kecamatan  Batulappa dengan ibukota kabupaten Pinrang itu, ambruk sekitar sepuluh hari setelah diresmikan penggunaannya  oleh Bupati Pinrang Aslam Patonangi, awal Desember 2011.

Kasus ambruknya Jembatan Bamba inilah yang menjerat Ir. Gamri selaku Konsultan Perencana dan Pengawas
proyek miliaran rupiah tersebut serta H. Muhammad Zain alias H Laulu terdakwa yang telah berubah status menjadi terpidana. (Jay).

Pos terkait