ANEKA

Siswa SMAN 7 Lutim Juara 1 Parade Cinta Tanah Air 2019

 

LUTIM.UPEKS.co.id—Dua siswa dari SMAN 7 Luwu Timur berhasil keluar sebagai juara 1 pada kegiatan Parade  Cinta Tanah Air 2019 SMA sederajat Tingkat Provinsi Sulsel, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan  Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Semangat Generasi Muda Yang Cinta Tanah Air dan Bela Negara Sebagai Dasar Penggerak Industri Kreatif” ini, berlangsung dari tanggal 29-31 Juli 2019, bertempat di Gedung Guru Jusuf Kalla, area kantor Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan.

Pada kegiatan ini, peserta yang lolos seleksi, wajib mempresentasikan karya essai inovatif mereka di depan dewan
juri yang berasal dari Kemenhan RI, Dinas UKM dan Disdik Provinsi Sulawesi Selatan. Di ajang ini SMAN 7 Luwu  Timur berhasil meloloskan dua tim, masing-masing Rayu Kanran dan Muhammad Fikri sebagai tim 1 dan Jessika  Mawarani dan Sandi sebagai tim 2.

Dari dua tim ini, Luwu Timur berhasil menyabet juara pertama lewat penampilan memukau tim 1 atas nama Rayu  Kamran dan Muhammad Fikri, sekaligus mewakili Provinsi Sulawesi Selatan ke Provinsi Bali pada kegiatan Parade  Cinta Tanah Air 2019 Tingkat Nasional pada bulan September mendatang.

Kedua siswa SMAN 7 Lutim ini membawakan essai yang berjudul “Meningkatkan Nilai Jual dan Eksistensi Pangan  Lokal Melaluii Pemanfaatan Sagu (Metroxylon Sagurottb) Menjadi Fettucini Sagu Dengan Metode Sederhana  Berstandar Sehat Dan Berkelas”.

Alasan mereka mengangkat judul ini dilatarbelakangi pada kebijakan impor pangan selama ini, dimana kondisi ini  akan berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia yang akan terus berdegradasi tanpa adanya sinergi dari  pangan, padahal di Indonesia tersedia diversifitas komoditas surplus seperti sagu di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur dapat dikatakan sebagai surganya sagu dikarenakan kondisi klimatologis yang cocok bagi  pertumbuhan tanaman sagu. Tanaman ini ideal sebagai pengganti pangan impor seperti beras karena kandungan  patinya yang tinggi. Namun, untuk mematahkan persepsi masyarakat bahwa sagu itu primitif, maka kami
memutuskan akan meningkatkan nilai jual sagu serta eksistensi pangan ini melalui fettucini sebagai platformnya.

Kegiatan presentasi diawali dengan seremoni pembukaan lalu diteruskan dengan pameran karya inovasi sesuai  judul essai yang akan dipresentasikan. Setelah itu, lalu dilanjutkan dengan presentasi hasil essai di depan para  dewan juri selama 10 menit disambung dengan sesi tanya jawab antara dewan juri dan para peserta.

Khusus untuk tim yang menjadi juara 1, dewan juri yang terdiri dari 5 orang tersebut melakukan aksi debat yang  cukup alot, namun mampu diimbangi dengan jawaban yang cukup cerdas dari Rayu Kamran dan Muhammad Fikri.

Sementara itu, Faizal Akbar, S.Pd, guru pembimbing siswa mengatakan bahwa, kegiatan ini sangat cocok untuk  memupuk rasa cinta tanah air sejak dini.

Selain itu, juga menjadi media dalam mengasah kemampuan analisis  siswa menjawab problematika Indonesia khususnya di bidang UMKM yang selama ini menjadi salah satu tujuan
dari kebijakan nawacita Presiden Joko Widodo, sekaligus menjadi salah satu cara untuk mempromosikan  Kabupaten Luwu Timur sebagai surga sagu yang bisa menjadi bahan pangan alternatif untuk ketahanan pangan  Indonesia. (citizen report/hms).

Loading...

#TRENDING

To Top