ANEKA

Tim Subdit V Cyber Crime Polda Sulsel Tangkap Pelaku Hacker di Palembang

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, menangkap dua pelaku tindak  pidana ilegal Acsses atau Hacker, di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (23/7/19) pekan lalu.

Kedua pelaku yang diamankan itu, satu diantaranya seorang pelajar berinisial JJ (19) warga Jl Sriang Kuning,  Palembang dan Dicky Arwanda (23) warga Jl KH Wahid Hasyim, Lr. Syailenra Kota Palembang.

Kedua pelaku diamankan polisi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB / 253 / VII / 2019 / SPKT, tanggal 09 Juli  2019, dengan pelapor atas nama I Wayan Wijaya.

Kasubbid Penmas Humas Polda Sulsel, Kompol Moch Arsyad mengatakan, pelaku tindak pidana hacker atau  Ilegal Acsses itu, melakukan aksinya dengan cara menerobos atau mengambil alih akun Facebook.

Facebook tersebut atas nama I Wayan Wijaya sebagai salah satu admin pada group facebook Lembaga Info  Kejadian Makassar Kota (L-IKMK). Kemudian melalui akun facebook tersebut, mengeluarkan semua admin group  dan diambil alih pelaku.

Selanjutnya, pada 11 Juli 2019 pelaku Jefri melalui akun facebook atas nama Jeef menjual lagi akun group  tersebut kepada Dicky Arwanda seharga Rp 500.000.

“Jadi akun yang berhasil dihacker tersebut dijual kembali dengan harga mahal sehingga memperoleh keuntungan, ” kata Kompol Arsyad saat merilis kasus tersebut didampingi Kasubdit V, AKBP Musa, Senin (30/7/19).

Menurut Kompol Arsyad, penangkapan terhadap pelaku dilakukan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel  dibantu Polda Sumsel. Saat diamankan sejumlah barang bukti turut disita.

“Barang bukti yang diamankan berupa tiga unit handpone berbagai merek, ucap Kompol Arsyad dihadapan  sejumlah awak media di Mapolda Sulsel.

Sementara itu, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Musa menambahkan, pelaku itu  menjalankan aksinya sekitar 1 tahun enam bulan. Saat menjalankan aksinya sejumlah keuntungan telah diperoleh.

“Tapi disini kita tidak melihat soal keuntungan yang diperoleh pelaku. Akan tetapi, masalah tindakannya yang  melanggar undang-undang ITE, ” terangnya.

Adapun pasal yang disangkakan pelaku Jefri yakni pasal 46 ayat (1) dan/atau ayat (3) Jo. Pasal 30 ayat (1)  dan/atau ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sedang pelaku Dicki Arwanda disangkakan pasal 46 ayat (1) jo pasal 30 ayat (1) UU No 19 thn 2016 tentang  perubahan atas UU No 11 thn 2008 tentang ITE dan atau pasal 480 KUHP.(penulis: Jay)

Loading...

#TRENDING

To Top