NASIONAL

Kemenag RI Susun Standar Kelas Sementara Ramah Anak pada Madrasah di Makassar

MAKASSAR, Upeks.co.id– Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) melalui
Subdit Kelembagaan dan kerjasama Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, melakukan diskusi kelompok terpumpun (terhimpun, red) Penyusunan Standar Kelas Sementara Ramah Anak Pada Madrasah di Hotel Horison Makassar, 23-25 Juli 2019.

Direktorat KSKK Madrasah diwakili Kasi Kelembagaan dan Kerja sama MI /MTs pada Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Dr. Zulkifli S.Ag, M.Si mengatakan, target dari Kementerian Agama, khususnya Direktorat KSKk dalam kegiatan adalah menghasilkan sebuah konsep untuk penyusunan atau standar kelas sementara pada madrasah.

“Ada dua poin disitu, adalah sekolah atau madrasah ramah anak dan kemudian satuan pendidikan aman kerja.Karena selama ini madrasah di Indonesia ketika terjadi bencana misalnya satuan pendidikan tersebut sedikit terganggu proses pembelajarannya tidak bisa berlanjut,” ujarnya Zulkifli, alumni IPNU ini.

Padahal, kata dia, seorang anak membutuhkan proses pembelajaran secara berkesinambungan. Untuk itu, lanjutnya, program ini diharapkan menghasilkan konsep ataupun sebuah standar yang bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan sekolah ramah anak dan aman dari bencana.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Anwar Abubakar M.Pd mengungkapkan, berbicara tentang anak di lingkungan madrasah, pada akhirnya kita mau menyusun SOP, bagaimana madrasah bisa memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada siswa-siswi kita di madrasah.

“Terkait bencana alam sebetulnya tidak berat. Pertama, berikan alat pendeteksi bencana untuk madrasah di dataran tinggi dan di pantai tsunami. Sebetulnya tidak berat ini. Kemudian getaran itu terdeteksi bisa terantisipasi,” ungkapnya didampingi Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sulsel H Masykur S.Pd, M.Pd.

Kakanwil mencontohkan di Kabupaten di Gowa, belum lama ini mendapat bantuan sarana alat yang dipasang di madrasah, itu bisa mendeteksi kondisi yang kemungkinan akan mengganggu madrasah. “Kalau semua dilengkapi dengan alat itu, sedikit demi sedikit bisa teratasi,” ungkapnya.

Kegiatan ini sendiri berlangsung selama tiga melibatkan peserta dari 12 provinsi di Indonesia.Terdiri Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad), Kasi Kelembagaan dan SIM (sism Inforrmasi Madrasah), Kepala Madrasah, Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) dan mereka yang melaksanakan sekokah ramah anak. (jar)

Loading...

#TRENDING

To Top