NASIONAL

Menag: Jampasnas Wahana Menempa Generasi Muda

DENPASAR, Upeks.co.id–Jambore Pasraman Tingkat Nasional (Jampasnas) V, resmi dibuka Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Aston, Denpasar, Bali, Rabu (3/7) malam.

Dalam sambutannya, Menag mengatakan, Jambore Pasraman ini adalah sebuah wahana, tempat bagi semua menempa, mendidik para generasi muda khususnya kalangan umat Hindu.

‘’Agar bisa lebih memahmi dan menghayati esensi agama. Dan pada akhirnya mampu mengimplementasikannya dalam keseharian,’’ kata Menag.

Tampak hadir pada acara ini, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, Gubernur Bali diwakili Asisten I Wayan Suarjana, Ketum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT), Ketua Umum FKUB, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd, dan Kasubbag Inmas, H. Sopyan Akhmad, S.Kom, MM., Kanwil Kemenag Sulsel, serta para pengurus lembaga keagamaan Hindu.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa syukur bisa hadir di Bali dalam rangka Pasraman ke V.

‘’Apresiasi dan terima kasih saya khususnya kepada jajaran pemerintah Provinsi Bali yang menjadi tuan rumah dan semua pihak yang telah memberikan sumbangsih dalam kelancaran acara ini,” kata Menag.

Dijelaskan Menag Lukman, saat itu masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada bulan Juni tahun 2014, dirinya mendapatkan amanah menjadi Menteri Agama selama 4 bulan, dalam benaknya, apa yang bisa dilakukan selama 4 bulan?

Saat itulah Menag Lukman membuat terobosan untuk memprioritaskan umat beragama di Indonesia yang butuh perhatian. Salah satunya adalah lembaga pendidikan di kalangan umat Hindu.

‘’Saya bersama Ditjen Bimas Hindu dan sejumlah tokoh dan kalangan, berupaya agar lebih bisa memberikan landasan yuridis dalam mengembangkan Pasraman, lalu terbitlah PMA Nomor 56 yang lahir di bulan Desember 2014. Ini menjadi landasan dalam menjaga Pasraman dan bisa dikembangkan,’’ kata Menag.

‘’Jambore ini sesungguhnya adalah buah upaya, ikhtiar dari para pendahulu. Karenanya kita sekarang bisa merasakan buahnya sampai di masa mendatang,’’ tambah Menag.

Seremoni pembukaan dilakukan Menag dengan memanah ke arah bunga teratai, di antara para penari. Tampak berbeda dengan kegiatan lain, yang biasanya dibuka dengan memukul gong atau menekan tombol sirine.

Sorak dan tepuk tangan peserta jambore bergema. Mereka merupakan siswa siswi tingkat SD, SMP dan SMA agama Hindu perwakilan se Indonesia ini. Ribuan siswa ini berkumpul di Bali untuk mengikuti beberapa lomba dalam kegiatan Pasraman Nasional ke V. Mereka akan memperebutkan piala bergilir dari Ditjen Bimas Hindu.

Selain memanah, di acara seremonial pembukaan, sambutan kehadiran Menag Lukman dalam pembukaan Jampanas ke V ini juga dikemas berbeda. Kedatangan Menag disambut penari kera (monyet) yang menggandengnya hingga tempat duduk yang sudah disediakan.

Gubernur Bali diwakili Asisten I Wayan Suarjana menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama, Dirjen Bimas Hindu, atas ditunjuknya Bali sebagai tempat kegiatan, dan menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan menjaga kesucian Bali, dengan terus meningkatkan pendidikan keagamaan di Indonesia melalaui pembinaan karakter.

‘’Pasraman dapat dikolaborasikan dengan adat budaya se tempat sebagai pondasi moral bagi generasi muda Hindu, untuk selalu memupuk rasa kebersamaan sebagai tunas bangsa,’’ kata gubernur.

Dihadiri 1.000 Peserta

Ketua Panitia, Drs I Wayan Budha, M.Pd mengatakan, Jampasnas V dihadiri sekitar 1.000 peserta dan official dan yuri, dari 34 provinsi, digelar selama enam hari dengan sejumlah kegiatan seperti; Lomba Mantra Tri Sandhya, Lomba Kramaning Sembah, Lomba Yoga Asanas, Lomba Cipta Baca Puisi Keagamaan Hindu, Lomba Bercerita Keagamaan Hindu, Lomba Pelafalan Doa Sehari-hari, Lomba Outbound, dan Lomba Dharmawidya (Cerdas-Cermat).

“Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan pendalaman/pembinaan dalam bentuk sarasehan serta pada hari terakhir dilakukan tirtayatra yang diikuti seluruh peserta ke Pura Besakih Karangasem,” ujarnya.

Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, I Made Sutresna SAg MA menambahkan, kegiatan Jampasnas ini sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa kebangsaan kepada generasi muda Hindu dalam rangka memperkokoh keutuhan dan sekaligus turut serta membangun NKRI.

“Jambore Pasraman ini juga sebagai ajang untuk mematangkan persaudaraan antar generasi muda Hindu dari masing-masing provinsi karena mereka ini merupakan pilar pilar penjaga dharma,” kata Sutresna.

Jambore Pasraman Nasional pertama kali digelar pada tahun 2010 di Jakarta, berlanjut pada perhelatan II tahun 2012 juga digelar di Jakarta. Kemudian pada Jampasnas III tahun 2014 di Solo, berlanjut kemudian pada Jampasnas IV tahun 2016 Jogjakarta selaku tuan rumah dimana Provinsi Bali keluar sebagai juara umum. (rls)

Loading...

#TRENDING

To Top