Pimpinan Baznas: Penyaluran Bantuan Harus Melalui Organisasi Resmi

  • Whatsapp

Pimpinan Baznas: Penyaluran Bantuan Harus Melalui Organisasi Resmi

ENREKANG, UPEKS.oc.id — Komisioner Baznas Enrekang Bidang Pengumpulan Baharuddin menerangkan, data statistik terbaru dari WHO menyebutkan  kanker serviks menyumbang 10,3% dari semua penyebab kematian wanita di Indonesia, dan sekitar 9.496 wanita meninggal setiap tahun akibat kanker serviks.

Bacaan Lainnya

Hal ini disebabkan karena keterbatasan teknologi dan standar perawatan medis, operasi dan kemoterapi sistemik saat ini merupakan metode utama pengobatan  kanker serviks di Indonesia.

Bahar mengatakan sesuai aturan, bahwa Usaha pengumpulan sumbangan untuk membantu meringankan biaya pengobatan penderita kanker dilakukan oleh
organisasi dan berdasarkan sukarela tanpa paksaan langsung atau tidak langsung.

Ia mengatakan persyaratan organisasi ditetapkan oleh Menteri. Pengumpulan sumbangan dilaksanakan berdasarkan izin dari Pejabat yang berwenang. Yang
dimaksud dengan Pejabat yang berwenang adalah Pejabat yang berwenang memberi izin yakni Menteri Sosial, Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I, dan
Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat

“Jadi, pengumpulan sumbangan yang sesuai aturan adalah hanya dilakukan oleh organisasi”. Kata Bahar.

Pimpinan BAZNAS Enrekang ini mengatakan bahwa menurut PP nomor 29/1980, penggalang dana tidak boleh dilakukan atas nama pribadi. Penggalangan Dana
Sosial Diwajibkan Lewat Lembaga Berizin yang kami akses dari laman media Republika.

Sisi lain juga UU no 23 tahun 2011 juga mengatur tentang pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat,infaq dan shodaqah tidak boleh di lakukan oleh
lembaga zakat yang tidak berizin. Bahkan ada ancaman sangsi pidana bagi kelompok masyarakat jika melakukan aktivitas penggalangan dana tanpa izin resmi.

Semangat undang undang adalah pertanggungjawaban dana yang terkumpul harus jelas jumlahnya dan penggunaan nya.

” Contoh saja kasus Hasmawati (AMOI) beberapa kelompok masyarakat membuka donasi untuk dia. Tapi kita tidak tau berapa yang terkumpul lebih atau kurang
sesuai kebutuhan AMOI. Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat memberi bantuan agar disalurkan kelembaga resmi dan berizin dari pemerintah
seperti Baznas Enrekang, LAZISMU dan Laz lainnya yang berizin. Karena dengan bermitra dengan kami lembaga resmi bisa di pertanggung jawabkan ke publik,
pemerintah dan keluarga”. Ungkap bahar. ( Sry)

Pos terkait