Periode Ramadan dan Idulfitri, Konsumsi Avtur di Sulawesi Turun Tajam

 

Periode Ramadan dan Idulfitri, Konsumsi Avtur di Sulawesi Turun Tajam

Bacaan Lainnya

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Di luar proyeksi, konsumi avtur yang sempat diprediksi akan naik hingga 5% di periode
ramadan dan idulfitri 2019, justru mengalami penurunan yang cukup dalam.

PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi mencatat, pada periode tersebut kenaikan konsumsi Pertamax tercatat
paling tinggi hingga mencapai 17%. Namun, berbanding terbalik dengan konsumsi avtur yang justru mengalami
penurunan hingga 8% dari rata-rata harian normal.

“Ini adalah penurunan yang paling signifikan mencapai 8% terjadi pada produk avtur,” kata Hatim Ilwan Unit  Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, dalam halalbihalal Pertamina di Goedang Popsa Makassar,
Kamis (20/06/19).

Hatim menjelaskan, dari 6 Depot Pengisian Pesawat Udara yang menyiapkan avtur di Sulawesi, rata-rata  konsumsi avtur selama periode 2 minggu sebelum dan sesudah lebaran hanya sekitar 887 KL/hari.

Penurunan konsumsi avtur ini sejalan dengan kondisi pergerakan pesawat periode (29 Mei – 12 Juni 2019) di
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Wahyudi menyebutkan, Adapun data trafik selama
periode Lebaran H-7 sampai dengan H+6 (29 Mei – 12 Juni 2019) tercatat pergerakan pesawat periode yang  sama tahun lalu (2018), sebanyak 5.199 pesawat dan pergerakan pesawat periode saat ini (2019) sebanyak  4.138 pesawat atau turun sebesar 20,4 %.

Sementara, pergerakan penumpang periode yang sama tahun lalu (2018) 598.244 penumpang dan pergerakan  penumpang periode saat ini (2019) sebanyak 449.011 penumpang atau turun sebesar 25%.

Pergerakan kargo periode sebelumnya (2018) sebanyak 2.373 ton kargo dan pergerakan kargo periode saat  ini (2019) 1.549 ton kargo atau rurun sebesar 34,7 %.

Hatim bilang, kenaikan 17% konsumsi Pertamax rinciannya dari rata-rata harian normal 156 Kiloliter (KL) perhari,
selama periode lebaran (21 Mei – 20 Juni 2019) kemarin meningkat menjadi 183 KL perharinya.

“Ini menunjukkan bahwa konsumen sudah banyak yang memilih BBM berkualitas dengan RON tinggi, karena
sangat mendukung performa kendaraan tetap prima,” ujarnya.

Selama satgas Rafi (Ramadhan dan Idul Fitri) lalu, secara keseluruhan konsumsi bahan bakar jenis Gasoline di
wilayah Pertamina MOR VII mengalami peningkatan sebesar 3%. “Dari rata-rata harian yang sekitar 6.907 KL
menjadi 7.070 KL,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan masa Satgas tahun lalu, konsumsi tahun ini juga tercatat mengalami kenaikan sebesar
2%. “Selain Pertamax, peningkatan pada jenis Gasoline lainnya terjadi pada produk Pertamax Turbo,” tambahnya.

Sementara untuk jenis Gasoil, lanjut Hatim, sesuai prediksi sebelumnya mengalami penurunan hingga 5%. Hal ini
tak lepas dari banyaknya industri yang menghentikan operasi alat berat dan kendaraan lainnya penunjang  produksi selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1440 H. “Kondisi ini hampir sama dengan yang terjadi di tahun-tahun  sebelumnya,” ujarnya.

Secara umum, sepanjang periode Satgas lalu, menurut Hatim, pihaknya tidak mengalami kendala cukup berarti baik dari stok maupun distribusi bbm dan LPG.

Pihaknya juga menyiagakan layanan BBM di sepanjang jalur mudik sepanjang jalur lintas Pulau Sulawesi.

“Kita optimalkan layanan SPBU Reguler sebanyak 435 unit, dan mobile dispenser sebanyak 1 unit,” tambahnya.

Selain layanan BBM, Pertamina juga mencatat adanya kenaikan untuk penyaluran LPG selama masa Satgas RAFI
yang naik sebesar 9,2% untuk LPG Bersubsidi (Tabung 3 Kg). Bahkan, khusus untuk LPG Non-subsidi yakni  bright gas varian 5,5 kg dan 12 Kg mengalami peningkatan hingga mencapai 14,8% untuk LPG dibandingkan  rata-rata kondisi normal.

Meskipun terjadi peningkatan, namun Hatim memastikan bahwa stok LPG masih berada dalam kondisi aman.
“Kondisi stok aman juga berlaku untuk BBM dan LPG,” ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak sehingga pelayanan energi pada masa
Ramadan dan Idulfitri berjalan lancar.

“Kami berterimakasih pada konsumen yang telah memilih produk-produk berkualitas Pertamina,” tutupnya. (hry).

Pos terkait