Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru Agama Hindu

  • Whatsapp

 

MASAMBA, Upeks.co.id–Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, menyelenggarakan Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu (GPAH), di Hotel Remaja Indah Masamba, Luwu Utara, Kamis, 13 Juni 2019.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara, Drs. H. Nurul Haq, M.HI. Turut hadir Pembimbing Masyarakat Hindu, Drs. Simon Kendek Paranta, penyuluh agama Hindu Kanwil Kemenag Sulsel, Drs. I Ketut Mundra yang sekaligus sebagai ketua panitia, dan sejumlah staf Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel.Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru Agama Hindu

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Luwu Utara, dalam sambutannya mengatakan, seorang guru memegang peranan penting, dalam membangun karakter anak didik, sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.

‘’Lebih lebih sebagai guru agama Hindu yang memiliki tugas begitu mulia, menjadikan anak yang baik, bermoral dan bertanggung jawab,’’ jelas Nurul Haq, seperti dilaporkan I Ketut Mundra melalui media sosial, WhatsApp.

Nurul Haq yang mantan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Palopo ini, mengatakan, selaku pendidik, guru sedapat mungkin terus meningkatkan kualitas pengetahuan, dan pengalaman dengan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan karakter dan pengembangan wawasan, baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, maupun oleh instansi lintas sektoral lainnya.

Terkait kerukunan umat beragama, di Kabupaten Luwu Utara, Kakan Kemenag menjelaskan, bahwa situasi dan kondisi kerukunan umat beragama di daerah itu, senantiasa dalam kondusif. Hal ini, lanjutnya, disebabkan oleh faktor kehidupan yang toleran antar umat beragama yang satu dan lainnya, yang saling hormat menghormati, dan bekerja sama antar pemeluk agama yang ada.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Sulsel, Drs. Simon Kendek Paranta, dalam sambutannya menyampaikan, guru agama Hindu hendaknya selalu belajar dan berbenah diri menjadi contoh, bagi anak didik dan menjadi teladan di mana saja berada.

‘’Guru juga hendaknya dituntut untuk mengembangkan materi pelajaran agama Hindu yang telah ada, berinovasi serta melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu,’’ jelas Simon Kendek Paranta.

Sementara itu Ketua Panitia, Drs. I Ketut Mundra dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membangun Simakrama antara guru selaku peserta, dalam membangun kecerdasan intelektuan bagi pembinaan kompetensi dan profesinya sebagai tenaga pendidik.

‘’Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membangun literasi terhadap umat beragama Hindu, peningkatan kompetensi guru agama Hindu, serta meningkatkan pemahaman terhadap pengembangan kurikulum berbasis K-13,’’ tandas I Ketut Mundra.

Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru Agama Hindu ini, diikuti peserta berjumlah 30 orang, terdiri utusan dari kabupaten Sidrap 4 orang, Kabupaten Tana Toraja 3 orang, Kabupaten Luwu Utara 11 orang, dan Kabupaten Luwu Timur 12 orang. (rls)