ANEKA

Temukan Kejanggalan, KPU Hitung Ulang Surat Suara Khusus TPS 1 Desa Latimojong

ENREKANG,Upeks.co.id–Curiga adanya kejanggalan jumlah suara pemilih disalah satu TPS, akhirnya KPU Enrekang memutuskan membuka Kotak suara dan
melakukan penghitungan kembali khusus untuk TPS 1 Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu yang juga Daerah Pemilihan Enrekang 2.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Enrekang, Kasman mengatakan, penghitungan ulang surat suara tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan
yang dilakukan masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi.

” Jadi kami melakukan penghitungan ulang untuk TPS 1 Desa Latimojong karena karena ada data yang menurut kami janggal. Dimana DPT di TPS itu  berjumlah 299 dan satu meninggal dunia otomatis sisa 298 tapi jumlah partisipasi pemilih sampai 300 lebih dari 100 persen,” ungkap Kasman.

Karena adanya kejanggalan tersebut atas kesepakatan semua pihak termasuk para Saksi di TPS 1 Latimojong kama dilakukan pembukaan kota suara dan  penghitungan ulang. Hal ini dilakukan di Kantor KPU Enrekang Sabtu malam (4/5/2019) disaksikan oleh semua unsur terkait yakni penyelenggara, Bawaslu,  Saksi dan Peserta Pemilu dari dapil 2 Enrekang.

Setelah dibuka ternyata ada kesalahan pencatatan KPPS. Kasman mengatakan di TPS 1 Latimojong, partisipasi pemilih tidak sampai 100 persen. Terjadinya  penggelembungan suara karena KPPS memasukkan semua surat suara yang tidak terpakai menjadi suara tidak sah. Akibatnya setelah dijumlah surat suara sah  dan tidak sah partisipasi pemilih berjumlah 300 pemilih.

Hosting Unlimited Indonesia

Kasman mengatakan kesalahan yang terjadi ada pada petugas di TPS tersebut. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka masih kurang paham bagaimana  tata cara pencatatan setelah penghitungan suara.

Terpisah mantan Anggota KPU Enrekang, Baharuddin mengatakan jika ditemukan kesalahan pada salah satu penyelenggaran itu adalah hal yang normatif.  Menurutnya dalam tahapan proses penghitungan suara hingga ke tingkat KPU itulah dilakukan upaya perbaikan jika ternyata ada data yang tidak sinkron.

“Saya rasa jika ditemukan kesalahan pencatatan dan kesalaham data dalam tahapan proses penghitungan suara mulai dari tingkat PPS, PPK hingga tingkat KPU  itu hal yang normatif. Makanya dalam perjalanan proses tersebut jika ditemukan ada kesalahan segera dilakukan Perbaikan dan hal itu sah – sah saja sepanjang
ada rekomendasi dari Bawaslu untuk dilakukan penghitungan ulang”. Kata Baharuddin yang juga Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang ini.

Ia mengatakan ada dua jalan yang bisa tempuh jika ditemukan adanya kesalahan dalam proses penghitungan suara. Membuka Tolli – Tolli atau membuka kotak  suara untuk dihitung ulang.

Namun menurut Bahar jika kesalahan tersebut ditemukan ditingkat KPU maka harus ada sidang yang dilakukan Bawaslu yang akan memutuskan dan  merekomendasikan apakah dilakukan penghitungan ulang atau pemungutan ulang.

” Jadi menurut saya harus ada rekomendasi Bawaslu ya untuk dilakukan penghitungan ataupun pemungutan suara ulang. Tidak dibenarkan pihak KPU  melakukan penghitungan tanpa rekomendasi dari Bawaslu karena KPU sudah menyatakan apa yang dilakukan selama proses tahapan Pemilu itu benar dan tidak  ada kecurangan,” tegas Komisioner Baznas Enrekang ini.

Namun hingga berita ini diturunkan nomor HP Ketua Bawaslu Enrekang tidak pernah aktif sehingga sulit untuk dihubungi. ( Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top