ANEKA

Camat Sabbang Selatan: Jangan Anggap Enteng Penyuluh Pertanian

LUTRA.UPEKS.co.id– Sebagai mantan Sekertaris Kecamatan(Sekcam) Sabbang, Fatmawati Beddu rupanya paham betul bagaimana cara menenangkan hati
petani agar tidak panik karena tanaman padi petani sudah masak dan kurangnya Combane (alat potong padi) di wilayahnya.

Dalam berbagai kesempatan Fatmawati Beddu kini dipercaya Pemerintah Kabupaten(Bupati Lutra) memimpin Kecamatan pecahan dari Kecamatan Sabbang
yakni Sabbang Selatan, selalu mengingatkan masyarakat bahwa Penyuluh Pertanian itu bukan profesi main-main, yang bisa dengan mudahnya dianggap enteng.

Meski bukan bidangnya, dia hanya Camat tapi ketika berbicara tentang kegiatan penyuluh pertanian, Fatmawati selalu antusias dan bersemangat, maklum
wilayahnya yang terluas lahan sawah.

” Berangkat dari semangat inilah, mantan Sekcam Sabbang ini juga selalu memberikan pemahaman bertani sawah yang baik,” tuturnya pada media ini, Selasa  (7/5/2019).

Menurut Camat, dua hal yang perlu diperhatikan petani dalam menghadapi musim tanam ke depan, musim kemarau(el nino) dan serangan hama ulat grayak saat  musim kemarau.

Hosting Unlimited Indonesia

Sekarang musim panen raya padi, petani kewalahan alat potong padi yakni combane, tapi dengan kesadaran petani mereka potong padinya secara manual dengan  gotong royong bergantian dari pada busuk dan rusak dipohonnya.

Di tempat terpisah saat dihubungi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Desa Dandang, Bertha, SP menyarankan, untuk musim ke depan khusus hama ulat  grayak yang berpeluang menyerang tanaman padi, PPL Bertha menyarankan petani denfan lima langkah antisipasi,” tutur Bertha.

Lima langkah yang dimaksud PPL Senior ini dan tahun depan sudah pensiun, Bertha mengungkapkan, percepatan tanam, paling lambat minggu II Juli 2019  semua petani sudah melakukan penanaman,Memilih varietas umur pendek, seperti Jiherang, Mekongga, Jigelis, Pergiliran varietas, jangan menanam varietas  yang sama di musim berikutnya.

Selain itu sedapat mungkin memakai insektisida yang sesuai jenis hamanya, dan menyiapkan pompanisasi, utamanya daerah daerah yang tadah hujan.

” Jadi, waspadai musim kemarau dan ulat grayak dengan memperhatikan lima langkah yang sudah saya sebut tadi,” tuturnya di Sekretariat Kelompok Tani Tunas Muda di dusun Pangalli Desa Dandang Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. (yustus).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top