POLITIK

Pengamat: Arham Berpeluang Dampingi Cicu di DPRD Sulsel

MAKASSAR, UPEKS– Partai Nasional Demokrat (Demokrat) berpeluang mendapatkan dua kursi di daerah pemilihan (dapil) I Makassar A untuk DPRD Sulsel. Satu kursi telah dikunci oleh Andi Rachmatika Dewi (Cicu). Sementara kursi kedua kemungkinan besar berpeluang direbut oleh Muhammad Arham Basmin Mattayang, Riska Mulfiati Lutfi dan Andre Tanta. Hanya, saja kursi kedua tersebut berpeluang besar direbut oleh Arham.

Pengamat politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono mengatakan, dari segi program, Arham punya program yang lebih masuk ke masyarakat dibanding calon lain seperti pelayanan kesehatan dan ambulans gratis. dia punya yayasan yang telah dibangun, yang bisa meningkatkan potensi elektoralnya. Meskipun seperti itu, Andre Tanta juga punya potensi karena programnya cukup masif.

“Saya kira program Andre Tanta cukup massif. Tapi pengalaman organisasi masih kurang dibandingkan Arham yang pernah pegang kursi kepemimpinan di beberapa organisasi. Dibandingkan internal nasdem, Arham lebih baik dari caleg yang lain,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Dialog Politik Sesi II dengan tema “Kursi DPRD Sulsel Partai Nasdem Dapil I Milik Siapa?” di Warkop Dottoro, Minggu (7/4/19).

Yang pastinya, Arief meyakini, peluang dua kursi di dapil I Makassar tetap bisa diraih oleh Nasdem, siapapun yang caleg yang akan mengisinya. Itu karena kekuatan terbesar di Sulsel, yakni Golkar mulai menurun. “Menurun suara Golkar, nasional juga kayak gitu. Ini menguntungkan partai lain, termasuk Gerindra yang diuntungkan karena momentum Pilpres,” ujarnya.

Sementara Pengamat Politik dari UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, beberapa caleg di Dapil I Sulsel cukup kuat. Karena beberapa nama caleg menyandang status ketokohan orang tuanya. Menariknya, Arham salah satu yang diunggulkan meski tidak terpengaruhi oleh ketokohan orang tua. “Ada hubungan dengan ketokohan orang tua, namun Arham tidak krena orang tuanya di Luwu, tetapi bisa menjadi guru untuk konsultasi langsung,” ujarnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Firdaus mengatakan, satu kursi sudah dikunci oleh Cicu. Sisa kursi kedua yang menjadi rebutan oleh caleg Nasdem di dapil I. Firdaus mengatakan, ada banyak caleg yang mengintai dalam perebutan kursi kedua. Sehingga pertarungan agak berat. Di sinilah peran partai agar tidak berebut suara di wilayah yang sama.

“Caranya jangan berebut di wilayah yang sama tapi baru ada wilayah yang kosong. Hal ini pernah dialami Demokrat. Ada TPS yang kuat tapi ada TPS yang lemah sekali. Padahal kalau dibagi kekuatannya bisa dapat lebih banyak kursi. Tapi prediksi untuk Nasdem bisa dapat dua kursi,” ujarnya.

Firdaus berpendapat, dua minggu menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, setiap caleg masih berpeluang untuk mengubah keadaan, termasuk caleg Nasdem yang bertarung di dapil I Makassar. Hanya saja, agak sedikit sulit kecuali caleg bersangkutan melakukan money politik atau politik uang. Namun, Firdaus sangat berharap agar setiap caleg tidak melakukan tindakan yang melanggar asas Pemilu. Karena politik uang yang sangat banyak meracuni tindakan politik masyarakat saat ini.

“Masyarakat hari ini pada prinsipnya sudah melek politik. Tapi kualitasnya tergantung retorika politik elit. Ini yang mempengaruhi masyarakat. Kalau masyarakat money politik karena elit politik yang mengajari politik uang. Itu menunjukkan pola pendidikan politik elit salah. Aljirnya kita tidak bisa menyalahkan masyarakat kalau salah,” ujarnya.

Kesulitan mengubah keadaan di dua minggu menjelang pencoblosan, tambah Firdaus adalah hampir semua masyarakat sudah punya pilihan. Ketika, keadaan di lapangan berubah, ada beberapa fakto yang bisa mempengaruhi, salah satunya ketika terjadi ‘kecelakaan politik’. “Macam-macam jenisnya, misalnya terkait bisnis gelap, atau justru ada temannya yang baru dimunculkan di injury time,” tandasnya. (mah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top